Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Share

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala pemerintahan pada Senin (22/6/2026). Keputusan ini diambil setelah kepemimpinannya terus diguncang oleh penurunan popularitas yang drastis serta desakan dari internal Partai Buruh, seperti dilansir dari Detikcom.

Mantan pengacara hak asasi manusia berusia 63 tahun tersebut sebelumnya berhasil membawa Partai Buruh meraih kemenangan telak atas Partai Konservatif pada tahun 2024. Namun, setelah hampir dua tahun menjabat, Starmer mundur di tengah ketidakpuasan publik terkait kondisi ekonomi, tingginya biaya hidup, dan penurunan elektabilitas partai.

Tekanan terhadap Starmer memuncak setelah rival utamanya, Andy Burnham, memenangkan pemilihan sela parlemen yang menjadi sinyal kuat bagi internal partai untuk melakukan pergantian kepemimpinan. Burnham kini menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Starmer sebagai pemimpin yang baru.

Meskipun menghadapi kritik domestik yang tajam karena dinilai ragu-ragu dalam mengambil keputusan penting, Starmer mendapatkan apresiasi internasional atas sikap tegasnya terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai perang Iran serta dukungannya untuk Ukraina dan penguatan hubungan dengan Uni Eropa pasca-Brexit.

Dalam pidato pengunduran dirinya yang emosional pada Senin (22/6/2026), Starmer menegaskan bahwa posisinya sebagai perdana menteri merupakan momen paling membanggakan dalam hidupnya yang kini harus ia lepaskan dengan lapang dada.

"Partai saya kini mempertanyakan apakah saya masih merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin kami menghadapi pemilihan umum berikutnya. Saya telah mendengar jawaban dari rekan-rekan saya di Partai Buruh mengenai pertanyaan tersebut, dan saya menerima keputusan itu dengan lapang dada," kata Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh langkah politik yang diambilnya selama memimpin adalah demi kepentingan terbaik bagi negaranya.

"Setiap keputusan yang saya ambil adalah untuk mengutamakan negara yang saya cintai. Itulah mengapa saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," ucap Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author