Perceraian Chey Tae Won Bikin Roh Soh Yeong Gagal Raih Rp 11,5 Triliun Secara Utuh

Share

Sengketa pembagian harta gono-gini antara Chairman SK Group Chey Tae Won dan mantan istrinya, Roh Soh-yeong, mencapai babak baru. Gugatan separuh kekayaan dari Roh tidak dikabulkan pengadilan, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Pengadilan Tinggi Seoul menetapkan Chey harus membayar USD 645 juta atau sekitar Rp 11,5 triliun.

Angka ganti rugi tersebut merujuk pada rasio pembagian aset, tempat Roh memperoleh sepertiga bagian dan Chey mengamankan dua pertiga sisa kekayaannya. Roh yang merupakan putri mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo sebelumnya menuntut pembagian yang jauh lebih besar. Ia menilai pertumbuhan awal bisnis SK Group disokong oleh investasi sang ayah, sehingga kompensasi semestinya dihitung dari valuasi perusahaan pada tahun 2026.

Perhitungan tersebut berpotensi melipatgandakan nilai klaim Roh menyusul lonjakan saham SK Group akibat tren kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, hakim memutuskan penilaian saham didasarkan pada tanggal selesainya sidang banding tahun 2024 sebelum lonjakan harga saham terjadi.

Putusan ini membatalkan vonis tahun 2024 yang sempat memberikan pembagian harta sekitar USD 1 miliar kepada Roh. Pada bulan Oktober, Mahkamah Agung membatalkan kalkulasi itu lantaran kontribusi finansial ayah Roh dianggap tidak sah untuk diikutsertakan. Pernikahan Chey dan Roh yang berlangsung pada 1988 di Blue House sempat dijuluki sebagai "pernikahan abad ini". Hubungan rumah tangga tersebut retak setelah Chey mengumumkan perpisahan melalui surat publik pada 2015 dan mengaku memiliki anak dari wanita lain.

Proses perpisahan berlanjut ke meja hijau dengan tuntutan tunjangan 300 juta won atau sekitar USD 260.000 serta 42,29% saham SK Group milik Chey. Pada 2024, pengadilan sempat memutus Chey wajib membayar 2 miliar won serta pembagian harta 1,38 triliun won. Namun, Mahkamah Agung pada bulan Oktober membatalkan putusan USD 1 miliar tersebut. Hakim menilai dana yang dialirkan ayah Roh kepada ayah Chey terindikasi diperoleh secara ilegal.

Lonjakan Bisnis Chip Memory SK Hynix

Saat pengakuan publik Chey mengemuka pada 2015, saham anak perusahaan SK Group, SK Hynix, masih berada di level USD 30. Nilai produsen chip memori ini lantas melesat hingga menembus valuasi USD 1 triliun pada Mei seiring pesatnya investasi sektor AI.

SK Hynix bahkan sukses mengantongi dana USD 26,5 miliar lewat pencatatan saham di bursa AS yang menjadi aksi korporasi terbesar oleh perusahaan asing. Keberhasilan ini menyejajarkan Chey dengan jajaran pimpinan teknologi global seperti Mark Zuckerberg, Jensen Huang, dan Sundar Pichai.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author