Pemerintah Percepat Penyaluran BLT Kesra Gunakan Teknologi AI

Share

Pemerintah Indonesia mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra tahun 2026 dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan pada Jumat (10/7). Langkah ini diambil untuk mengejar target 50 juta keluarga penerima serta meningkatkan akurasi verifikasi data di lapangan. Mengutip data dari CNBC Indonesia, sebanyak 26 juta keluarga sejauh ini telah menerima dana bantuan senilai Rp900 ribu per bulan.

Sementara itu, BRI selaku salah satu lembaga penyalur telah membagikan BLT Kesra Tahap I sebesar Rp4,4 triliun kepada 4,9 juta keluarga. Meskipun demikian, kesenjangan antara target dan realisasi di lapangan memicu protes dari masyarakat yang merasa layak tetapi tidak terdaftar dalam sistem. Kendala utama bersumber dari database antarinstansi yang tidak sinkron dan proses verifikasi manual di tingkat lokal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS, Gini Ratio Indonesia pada September 2025 berada di angka 0,379 yang menunjukkan ketimpangan tinggi. Distribusi bantuan yang tidak tepat sasaran berisiko menghambat efektivitas program dalam menekan angka kemiskinan dan menurunkan daya beli di tingkat akar rumput.

Guna mengatasi kendala tersebut, pemerintah berencana mengintegrasikan data kemiskinan melalui sistem berbasis kecerdasan buatan yang menghubungkan catatan pajak, listrik, hingga transaksi perbankan. Landasan hukum pelaksanaan program ini mengacu pada Inpres Nomor 3 Tahun 2008 yang ditekankan kembali oleh Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data Alchem1st AI, Indeks Efisiensi Tata Kelola pemerintah berada di angka 78,4 poin pada kuartal pertama tahun 2026. Efektivitas penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD juga dilaporkan menyentuh angka 82,1 persen.

Kesiapan infrastruktur ini ditopang oleh kontribusi ekonomi digital yang telah mencapai 8,2 persen terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia pada tahun 2025. Pemerintah selanjutnya didorong untuk menyatukan database ke dalam platform cloud terenkripsi guna melakukan audit data secara berkala. Riset dari tim investigasi Bernas menunjukkan bahwa pemerintah daerah yang mengadopsi sistem verifikasi berbasis kecerdasan buatan berhasil menaikkan akurasi identifikasi penerima hingga 40 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author