Memahami Perbedaan Ube dan Ubi Ungu Berdasarkan Nutrisi
Penggunaan rasa dan warna ungu terang dalam berbagai olahan hidangan penutup kerap membuat konsumen menyamakan ube dengan ubi ungu. Padahal, kedua jenis bahan pangan ini merupakan dua varietas yang berbeda dari segi taksonomi, bentuk fisik, hingga nutrisi.
Seperti dilansir dari Detik Health, ube atau purple yam memiliki nama ilmiah Dioscorea alata L. dan berasal dari famili Dioscoreaceae. Sebaliknya, ubi ungu lokal yang sering ditemui di Indonesia tergolong dalam famili Convolvulaceae dengan nama ilmiah Ipomoea batatas L.
Karakteristik pertumbuhan dan morfologi kedua tanaman ini pun memunculkan perbedaan yang nyata. Pakar pemuliaan tanaman dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan, memaparkan bahwa ube merupakan jenis tanaman yang memanjat dan merambat.
Batang ube mampu tumbuh sampai rentang 10 meter dengan bentuk bersudut serta memiliki sayap. Daun ube cenderung lebar dan menyerupai bentuk hati, ditambah kemampuan menghasilkan bulbil atau umbi udara pada ketiak daunnya.
"Tanaman ini secara alami membutuhkan media untuk merambat atau dapat diarahkan menggunakan lanjaran atau penyangga," ujar Prof Agung.
Di sisi lain, ubi ungu memiliki pola tumbuh menjalar secara mendatar tepat di atas permukaan tanah. Organ penyimpanan karbohidrat yang dipanen dari ubi ungu berasal dari pembengkakan akar, bukan bagian batang.
"Jadi, walaupun sama-sama menghasilkan organ penyimpan karbohidrat di dalam tanah, struktur dan mekanisme pertumbuhannya berbeda," tutur Prof Agung.
Meskipun ube dan ubi ungu sama-sama kaya serat serta antioksidan alami pemberi pigmen ungu, profil nutrisinya mencatatkan perbedaan angka pada tingkat karbohidrat dan kalori.
Dalam setiap porsi yang sebanding, ube menyimpan karbohidrat sebanyak 27 gram dan serat alami 4,0 gram. Sementara itu, ubi ungu memuat 20 gram karbohidrat serta serat alami berkisar antara 3,0 hingga 3,3 gram.
Untuk takaran 100 gram, ube mampu memberikan asupan energi sekitar 120 hingga 140 kkal. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan ubi ungu yang memuat kalori sebanyak 85 hingga 87 kkal.
Proses budidaya ube relatif lebih rumit ketimbang ubi ungu karena sifat pertumbuhannya yang memerlukan media panjat, berbeda dari ubi ungu yang dapat tumbuh merambat bebas di tanah.