Mengenal Perbedaan Ciri Kepribadian Morning Person dan Night Person
Kebiasaan tidur dan waktu beraktivitas setiap individu tidaklah sama. Dilansir dari HaiBunda, sebagian orang merasa lebih bersemangat di pagi hari, sedangkan sebagian lainnya justru mempunyai produktivitas tinggi ketika malam hari. Perbedaan kebiasaan ini memunculkan istilah morning person dan night person.
Kedua tipe ini mempunyai pola tidur serta karakteristik tersendiri dalam menjalani rutinitas harian mereka. Morning person atau early bird merupakan sebutan bagi individu yang terbiasa tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Kelompok ini memiliki pasokan energi yang lebih besar pada paruh pertama hari.
Jadwal beraktivitas tipe ini cenderung selaras dengan jam kerja atau sekolah pada umumnya. Hal tersebut membuat mereka lebih mudah dalam menjalani rutinitas harian.
Sebuah penelitian pada 2021 menemukan bahwa tipe morning person umumnya memiliki dukungan sosial yang lebih baik. Mereka juga lebih sadar terhadap diri sendiri atau menerapkan mindfulness. Selain itu, kelompok ini sering dipandang sebagai pribadi yang ramah, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pencapaian. Terdapat beberapa ciri kepribadian yang biasa ditemukan pada morning person.
1. Potensi Prestasi Akademis Lebih Baik
Sebuah studi di Universitas Texas yang berjudul Morningness Is A Predictor Of Better Grades In College menemukan fakta menarik terkait prestasi mahasiswa. Mahasiswa yang terbiasa bangun pagi mendapatkan nilai hingga satu nilai huruf lebih tinggi daripada teman sekelasnya yang bangun siang.
Orang yang bangun pagi cenderung menetapkan tujuan tinggi dan merencanakan masa depan. Pola pikir seperti ini berkontribusi pada kesuksesan dan prestasi akademis.
2. Tingkat Kebahagiaan Lebih Tinggi
Studi yang sama juga menemukan bahwa orang yang bangun pagi melaporkan lebih bahagia dengan kehidupan mereka. Kelompok ini merasa lebih puas dibandingkan dengan mereka yang sering begadang.
Kebahagiaan ini bisa dikaitkan dengan paparan cahaya pagi yang menjadi penambah suasana hati alami. Bangun lebih pagi juga memberikan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai guna mengurangi stres.
3. Kondisi Tubuh Lebih Sehat
Bangun pagi memberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga sebelum matahari terbenam. Manfaat latihan tersebut dapat dirasakan sepanjang hari.
Menjadi orang yang terbiasa bangun pagi juga membantu menyelaraskan diri dengan ritme sirkadian yang lebih baik. Jadwal tidur ini memainkan peran penting dalam kesehatan tubuh secara keseluruhan.
4. Produktivitas yang Optimal
Sebuah studi di Universitas Pendidikan di Heidelberg menemukan bahwa orang yang bangun pagi lebih produktif. Mereka juga merasa lebih mengendalikan jadwal sendiri daripada orang yang bangun siang.
Bangun pagi memungkinkan seseorang mencapai tingkat kewaspadaan maksimal. Mereka dapat fokus tanpa harus bergantung pada stimulan seperti kafein atau minuman energi.
5. Rasa Percaya Diri Tinggi
Penelitian dari Universitas James Madison menunjukkan ciri positif dari mereka yang bangun sebelum Subuh. Karakteristik tersebut meliputi optimisme, kepuasan diri, dan kesadaran sosial.
Karakteristik Kepribadian Night Person
Night person atau yang disebut juga night owl adalah sebutan untuk orang yang lebih aktif pada malam hari. Kebiasaan mereka meliputi tidur lebih larut malam, bangun lebih siang, dan memiliki energi pada sore hingga malam hari. Karena sebagian besar aktivitas masyarakat berlangsung pada siang hari, night person sering kali harus mengubah jadwal tidurnya. Akibatnya, pola tidur mereka bisa menjadi kurang teratur atau kebutuhan tidurnya tidak terpenuhi.
Sebuah penelitian pada 2019 menunjukkan bahwa night person memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2, obsesitas, dan depresi. Namun, peneliti menegaskan hal ini tidak disebabkan oleh kebiasaan tidur larut malam saja, melainkan faktor kurang tidur secara keseluruhan. Terdapat beberapa ciri kepribadian yang dapat dikenali dari seorang night person.
1. Memiliki Jiwa Kreatif
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terbiasa begadang cenderung mencapai puncak kekuatan sekitar pukul 9 malam. Kondisi ini memberi mereka ledakan energi dan inspirasi di malam hari untuk proyek kreatif dan imajinasi.
2. Tingkat Kecerdasan Tinggi
Berdasarkan studi dalam jurnal BMJ Public Health, orang yang tidur antara tujuh hingga sembilan jam per malam memiliki tingkat fungsi kognitif tertinggi di siang hari. Namun, orang yang terbiasa begadang secara konsisten mendapatkan skor lebih tinggi pada tes kognitif dan IQ.
3. Sifat Impulsif
Menurut American Academy of Sleep Medicine, orang yang terbiasa begadang umumnya melaporkan lebih banyak impulsivitas daripada orang yang terbiasa bangun pagi. Hal ini terutama terjadi pada orang dewasa muda dan remaja yang sering mengalami emosi negatif.
4. Kemampuan Pemecahan Masalah
Menurut sebuah studi dari Universitas Madrid, orang yang terbiasa begadang memiliki tingkat penalaran induktif yang lebih tinggi. Mereka mampu menghubungkan pengalaman pribadi dengan isu dan percakapan yang lebih luas.
5. Kecenderungan Introvert
Orang-orang introvert juga cenderung menjadi night person. Mereka menghargai waktu sendiri di malam hari yang jauh dari interaksi sosial yang melelahkan, sehingga mereka lebih suka begadang.
Terlepas dari perbedaan ciri morning person dan night person, hal yang paling penting adalah memastikan tubuh mendapatkan waktu tidur yang cukup. Orang dewasa disarankan tidur setidaknya selama 7 jam setiap malam agar kesehatan tetap terjaga.