SDA Jagakarsa Perbaiki Saluran Air di Jalan Lenteng Agung Amblas
Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Jagakarsa memperbaiki penyebab aliran air deras di bawah Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang amblas pada Sabtu (30/5/2026). Aliran tersebut dipicu oleh air dari bagian hulu yang sempat tertahan akibat kerusakan jalan sebelumnya.
Dilansir dari Detikcom, volume air yang menumpuk di bagian atas kini mulai mengalir setelah petugas melakukan penanganan di bagian hilir. Penjelasan mengenai kondisi teknis di lapangan disampaikan oleh pihak berwenang setempat.
"Sebelum semalam dikerjakan, yang pasca rusakan kemarin ya, kan emang hole-nya gede kan awalnya. Tadi kan amblas separuh itu, nah itu emang air ngalir kan, tertahan air. Karena kemarin ambles itu, akhirnya airnya ketahan ke atas. Akhirnya ngantre lah di atas gitu ya, airnya ngantre di atas," kata Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Menurut Sartono, arus kuat di ujung lubang terjadi karena penggantian material menggunakan box culvert yang belum sepenuhnya rampung. Penggantian tersebut menyebabkan air mulai tersalurkan kembali meski masih terhambat.
"Begitu semalam dikerjakan, yang di ujung jembatan, di ujung crossing kan dikerjakan sudah diganti box culvert. Mulailah terbuka tuh sedikit, tapi belum semuanya. Nah, menimbulkan air yang dipicu tadi. Jadi berkurang tuh airnya, berkurang terus nih," jelas Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Berdasarkan laporan dari petugas pemantau di wilayah atas, volume air di area hulu terpantau sudah mulai berkurang. Sartono mengonfirmasi bahwa proses penurunan volume air tersebut sedang berlangsung.
"Informasi yang saya dapet dari temen saya yang di hulu, itu sudah mulai surut," ucap Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Sartono menambahkan bahwa penyumbatan masih terjadi sebagian karena pengerjaan persilangan saluran belum selesai seutuhnya. Hal ini membuat penurunan air berjalan secara bertahap.
"Walaupun pelan tapi, sudah surut. Karena crossing yang kita benerin sekarang ini kan belum semuanya. Jadi masih menghambat gitu ya," lanjut Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Arus yang deras tersebut diakui berdampak pada lubang jalan yang semakin membesar karena tergerus air. Pihak SDA berharap kondisi cuaca di lokasi tetap kondusif demi kelancaran proses perbaikan.
"Nanti, seiring waktu mungkin akan lebih surut. Mudah-mudahan berdoa cuaca nggak ekstrem, nggak ada hujan mudah-mudahan ya," ucap Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Untuk menghindari gangguan lalu lintas yang parah, pengerjaan berat diatur untuk difokuskan pada waktu malam hari. Petugas hanya melakukan langkah antisipasi pada siang hari.
"Nanti malam tetep akan diteruskan nanti malam. Karena kalau kita kerja siang itu sangat luar biasa ininya risikonya terutama lalinnya. Kalau malam-malam ya ya mungkin berkurang lalinnya itu. Tetep malam kita kerja. Siang cuma kita antisipasi aja siang," terang Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Personel SDA tetap disiagakan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi lain seperti Dishub serta Satpol PP untuk mengatur arus lalu lintas. Kerja sama ini juga mencakup pengamanan objek utilitas di sekitar lokasi kejadian.
"Oh iya nanti malam kan ada pekerja nanti. Nanti bekerja ada tim-tim apa dari dari SKPD lain mungkin Dishub, Pol PP kan nanti ngatur lalin tetep ngatur lalin. Kita tetep bekerja sama dengan semua tim," pungkas Sartono, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa.
Kondisi arus air di bawah jalan yang amblas tersebut dilaporkan semakin deras sehingga petugas mempersempit lajur jalan demi keselamatan. Titik amblas kini telah ditutup dengan pelat besi, sementara beberapa tiang listrik dan internet di dekat lubang diikat dengan tali oleh petugas PPSU agar tidak roboh.