Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Ini

Share

Pelatih Pep Guardiola dilaporkan bakal meninggalkan posisinya di Manchester City pada akhir musim ini setelah mengukir sejarah selama hampir sepuluh tahun. Pertandingan melawan Aston Villa di Stadion Etihad pada Minggu mendatang disebut akan menjadi laga terakhir sang manajer asal Spanyol.

Kabar hengkangnya Guardiola pertama kali diembuskan oleh Daily Mail dan dikonfirmasi oleh jurnalis The Athletic, David Ornstein. Meski kontraknya tersisa hingga Juni 2027, faktor kelelahan emosional dan fisik disinyalir menjadi alasan kuat sang pelatih menyudahi masa baktinya setahun lebih awal.

Pihak manajemen klub dilaporkan telah bergerak cepat dan menunjuk Enzo Maresca sebagai suksesor potensial. Maresca bukan orang asing bagi publik Manchester karena ia merupakan mantan asisten Guardiola dan pernah melatih tim kelompok umur sub-21 di klub tersebut.

Kendati pembicaraan internal dengan sponsor sudah berjalan dan persiapan parade perpisahan tengah dirancang, manajemen Manchester City belum merilis pernyataan resmi. Pengumuman formal terkait perpisahan ini kabarnya baru akan disampaikan setelah seluruh rangkaian kompetisi musim ini selesai.

Isu kepergian ini mencuat di tengah penurunan performa klub yang sempat melewati empat laga tanpa kemenangan di Liga Inggris dan tersingkir lebih awal dari Liga Champions. Selain itu, masa depan klub juga sedang dibayangi oleh proses investigasi atas 115 tuntutan pelanggaran finansial dari pihak Premier League.

Di lain pihak, pakar bahasa tubuh Darren Stanton justru melihat indikasi sebaliknya dari gerak-gerik sang manajer dalam beberapa pekan terakhir. Stanton menilai raut wajah dan kontak mata Guardiola tidak memperlihatkan tanda-tanda stres atau tekanan emosional khas seseorang yang akan mengakhiri sebuah siklus kerja.

"Bukan sebuah perpisahan," ujar Darren Stanton, Pakar Bahasa Tubuh.

Stanton menambahkan bahwa sikap tertutup sang pelatih saat diwawancarai seusai final FA Cup murni disebabkan oleh rasa bosan terhadap pertanyaan yang berulang-ulang. Menurutnya, Guardiola masih berada dalam kondisi mental yang sehat dan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan sisa kontraknya di Etihad.

Sepanjang masa jabatannya sejak 2016, Guardiola telah memimpin 591 pertandingan dan menyumbangkan 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League serta trofi Liga Champions perdana pada tahun 2023. Saat ini, fokus tim tetap tertuju pada perburuan gelar juara Liga Inggris demi merebut posisi puncak klasemen dari Arsenal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author