Kemensos Ungkap Penyebab Munculnya Status Desil Null Penerima Bansos
Status "desil null" pada layanan Cek Bansos Kementerian Sosial menunjukkan bahwa tingkat pemeringkatan kesejahteraan ekonomi sebuah keluarga belum selesai diproses atau diverifikasi. Istilah teknis basis data tersebut menandakan nilai desil seseorang masih kosong di dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan berarti dicoret dari daftar kelayakan penerima bantuan sosial. Kondisi kosong ini umumnya muncul ketika data kependudukan baru dimasukkan, belum menjadi objek pendataan sosial ekonomi, atau masih berada dalam proses pemutakhiran bertahap oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam kerangka kerja DTSEN, masyarakat pada dasarnya diklasifikasikan ke dalam sepuluh kelompok, mulai dari desil 1 sebagai tingkat kesejahteraan terendah hingga desil 10 di tingkat tertinggi.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, penentuan posisi peringkat keluarga mempertimbangkan berbagai variabel kondisi sosial. Faktor penentu utama mencakup ragam kepemilikan aset, kelayakan fisik tempat tinggal, riwayat pendidikan anggota keluarga, status pekerjaan, serta jumlah tanggungan dalam satu rumah tangga.
Masyarakat yang menemui status data belum tercantum dapat langsung mengajukan pembaruan informasi kondisi ekonomi terkini melalui perangkat desa, kelurahan, atau dinas sosial tingkat daerah. Pelaporan mandiri tersebut nantinya akan direkapitulasi ke dalam sistem pemutakhiran data daerah atau SIKS-NG untuk ditindaklanjuti secara berjenjang hingga ke kementerian pusat.
Warga juga dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos milik Kemensos yang menyediakan fitur khusus untuk mengusulkan kelayakan diri atau memberikan sanggahan atas data penerima yang dinilai tidak tepat sasaran. Setelah tahapan perbaikan berkas dilaporkan, BPS akan menjalankan prosedur penghitungan ulang secara periodik untuk menetapkan nilai desil terbaru sebagai dasar penyaluran program sosial.