Penumpukan Penumpang Terjadi di Stasiun Manggarai Akibat Perubahan Jalur KRL
Sistem bergantian jalur yang diterapkan pada operasional Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor–Jakarta Kota memicu penumpukan penumpang hingga desak-desakan di Stasiun Manggarai pada Kamis (20/8/2026) pagi.
Kepadatan tersebut terjadi setelah KRL sempat tertahan akibat gangguan operasional. Saat rangkaian kereta tiba, ratusan pengguna jasa saling berebut masuk ke dalam gerbong arah Jakarta Kota hingga memicu kericuhan kecil di peron.
Situasi di dalam gerbong yang sangat padat membuat interaksi antarpenumpang berlangsung penuh ketegangan di tengah penumpukan massa.
"Tolong keluar di dalam sudah penuh dan tidak bisa menampung lagi," teriak seorang penumpang.
Petugas keamanan di lokasi langsung mengambil tindakan tegas guna mengantisipasi risiko keselamatan akibat lonjakan pengguna jasa yang memajukan diri ke area pintu kereta.
Sejumlah petugas keamanan melarang penumpang yang tetap nekat masuk ke dalam KRL.
Berdasarkan informasi petugas di lapangan, perjalanan KRL dari jalur 1 dan jalur 2 sempat tidak dapat diberangkatkan akibat kendala operasional tersebut.
Meskipun KRL dapat kembali melaju setelah tertahan sekitar 20 menit, pemantauan di Stasiun Pasar Minggu Baru menunjukkan perjalanan kereta masih harus beroperasi menggunakan satu jalur secara bergantian.
Mekanisme ganti jalur ini berdampak langsung pada lamanya durasi penungguan di tiap stasiun. Sejumlah pengguna jasa bahkan memilih keluar dari gerbong karena tidak mampu bertahan di dalam ruang kereta yang padat dalam waktu lama.
Hingga informasi terbaru dihimpun, pola perjalanan KRL lintas Bogor–Jakarta Kota masih terus difungsikan dengan sistem skema bergantian jalur.