BPS Jelaskan Penyebab Rumah Tangga Penghasilan Pas Pasan Masuk Desil 10
Hasil pengecekan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) BPS dan portal Cek Bansos Kemensos menunjukkan sejumlah warga berpenghasilan minim terdaftar dalam kelompok Desil 10. Kondisi ini memicu perbincangan publik di media sosial X dan Threads pada Kamis (13/8/2026).
Penetapan Desil 10 merupakan indikator posisi relatif kesejahteraan rumah tangga dalam populasi, bukan sekadar ukuran kekayaan individu. Sistem DTSEN membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok, di mana setiap desil mencakup sekitar 10 persen populasi.
Pemerintah menggunakan pemeringkatan ini sebagai acuan berbagai kebijakan sosial, termasuk penyaluran bantuan serta wacana pembatasan BBM Pertalite. Tingkat Desil 1 mewakili 10 persen kelompok dengan kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 berada pada posisi relatif tertinggi.
Penilaian desil didasarkan pada kondisi akumulatif seluruh anggota keluarga dalam satu rumah tangga. Hal ini menyebabkan individu yang tidak bekerja atau berpenghasilan rendah tetap bisa berada di Desil 10 jika kondisi ekonomi keluarganya secara keseluruhan memenuhi kriteria tersebut.
Perwakilan BPJS Cilegon memberikan penjelasannya terkait akumulasi data ekonomi keluarga tersebut.
"Jadi, kalau ada yang bilang 'Aku nganggur kok desilku tinggi', dilihat dulu di keluarga tersebut bagaimana kondisi ekonomi anggota keluarga lainnya," terang BPJS Cilegon.
Penentuan status kesejahteraan tidak hanya bergantung pada nominal pendapatan bulanan. Pemerintah memperhitungkan puluhan variabel, seperti kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, karakteristik demografi, pendidikan, ketenagakerjaan, kepemilikan usaha, hingga akses layanan kesehatan.
BPJS Cilegon menambahkan penjelasannya mengenai kekeliruan tabel patokan pendapatan yang beredar di masyarakat.
"Terus kok bisa sih berseliweran tabel pendapatan sekian masuk desil sekian. Tidak benar ya, karena penentuan rankingnya itu dari puluhan variabel dengan bobot yang berbeda-beda," imbuhnya.
Sifat pemeringkatan relatif membuat kelompok Desil 10 diisi oleh rumah tangga dengan rentang ekonomi yang sangat beragam, mulai dari masyarakat berpenghasilan jutaan rupiah hingga kelompok konglomerat.
BPJS Cilegon menegaskan rentang perbedaan kondisi ekonomi yang terjadi di dalam kelompok tersebut.
"Di desil yang sama, ada konglomerat dan ultra-rich dengan penghasilan miliaran hingga triliunan rupiah per bulan. Tapi, ada juga keluarga dgn penghasilan jutaan per bulan," tulisnya.
Keberadaan populasi kaya ekstrem yang berjumlah sedikit dalam sistem pemeringkatan relatif menyebabkan rumah tangga berpenghasilan biasa dapat berada di tingkatan yang sama dengan masyarakat berpenghasilan sangat tinggi.