Pemerintah dan Swasta Tingkatkan Kompetensi Kerja Lulusan Pendidikan
Pemerintah daerah, institusi pendidikan tinggi, dan sektor industri memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kompetensi lulusan serta menekan angka pengangguran di era transformasi digital. Langkah penyiapan kualitas sumber daya manusia ini disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memaparkan langkah strategis penanganan pengangguran tersebut dalam kegiatan presentasi bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri secara daring pada Rabu, 1 April 2026. Pemerintah daerah fokus mengoptimalkan Balai Latihan Kerja serta memberikan pelatihan berbasis kompetensi, sebagaimana dilansir dari kaltengpedia.com.
"Di antaranya melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta peningkatan kualitas soft skill tenaga kerja," kata Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya.
Penyelarasan kemampuan ini sejalan dengan metode perekrutan modern yang berbasis keterampilan atau skill-based hiring. Laporan LinkedIn Talent Solutions menunjukkan banyak perusahaan kini mengutamakan portofolio kuat dan sertifikasi kompetensi digital terjangkau dari platform mandiri seperti Coursera, Udemy, maupun Google Career Certificates dibandingkan ijazah formal semata.
Meski begitu, data UNESCO menunjukkan pendidikan tinggi tetap penting dalam mendongkrak kualitas hidup jangka panjang dan menjadi syarat mutlak profesi spesifik. Universitas Nusa Mandiri (UNM) merespons tantangan ini melalui penyelenggaraan webinar karier bersama Bright Internship pada Selasa, 26 Mei 2026.
"Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang adaptif, komunikatif, kreatif, dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Karena itu, mahasiswa harus mulai membangun kualitas diri sejak di bangku kuliah agar mampu tampil unggul dan siap bersaing secara profesional," ujar Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri.
Pihak kampus berkomitmen mengasah pola pikir profesional mahasiswa agar memiliki daya saing tinggi. Kesiapan tersebut diupayakan untuk menghadapi dinamika industri global secara langsung sejak masa perkuliahan.
"Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman, dan membangun mindset profesional sejak dini. Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja global," kata Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri.
Langkah penyiapan karier sejak dini juga ditegaskan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNM, Ida Zuniarti, pada Senin, 18 Mei 2026. Menurutnya, perguruan tinggi berperan penting dalam menjembatani kebutuhan industri melalui program terintegrasi seperti Internship Experience Program (IEP) 3+1.
“Mahasiswa harus mulai membangun kesiapan karier sejak dini, tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pengalaman dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Ida Zuniarti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Ia menambahkan, literasi teknologi seperti digital marketing dan data analytics menjadi nilai tambah penting di era digital.
“FEB UNM konsisten mendorong mahasiswa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang. Dengan memanfaatkan berbagai program unggulan dan lingkungan pembelajaran yang adaptif, mahasiswa dibentuk menjadi lulusan yang siap kerja, mandiri, dan inovatif,” jelas Ida Zuniarti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Sementara itu, penyiapan kompetensi di tingkat pendidikan vokasi dilakukan oleh PT Pertamina Lubricants melalui program Enduro Home Service (EHS). Perusahaan memberikan pengakuan formal berupa sertifikat pengalaman praktik Teaching Factory (TEFA) bagi alumni kelas XII SMKN 3 Salatiga pada Senin, 11 Mei 2026.
Retail Jawa Tengah PT Pertamina Lubricants Ryan Krishna Alandra memberikan pembekalan product knowledge pelumas Pertamina kepada para alumni dan siswa. Penyerahan toolkit kerja juga dilakukan untuk memaksimalkan praktik kewirausahaan di sekolah.
"Sertifikat ini adalah bukti 'jam terbang' bagi para lulusan agar percaya diri di industri. Namun, bagi adik-adip kelas 10 and 11, ilmu terkait produk yang kami bagikan hari ini adalah fondasi. Kami ingin kalian tidak hanya tahu cara menyervis kendaraan, tapi juga memahami teknologi pelumas yang kalian gunakan," jelas Ryan Krishna Alandra, Retail Jawa Tengah PT Pertamina Lubricants di sela-sela pemaparan materi, dikutip dari laman Pertamina, Rabu, 20 Mei 2026.
Salah satu alumni program EHS, Erlan Edi Maulana, menyampaikan perkembangan signifikan pada hard skill teknis dan soft skill pelayanan pelanggan yang dirasakannya selama program.
"Sejac bergabung di program EHS, saya merasakan perkembangan yang signifikan, baik dari segi hard skill teknis maupun soft skill dalam melayani pelanggan. Banyak wawasan baru yang saya dapatkan di sini," ungkap Erlan Edi Maulana, alumni program EHS.
Ia juga memotivasi adik-adik kelasnya untuk memaksimalkan kesempatan belajar langsung dengan standar industri yang tersedia.
"Untuk adik-adik kelas 10 dan 11, manfaatkan dan maksimalkanlah waktu kalian selama berada di program EHS ini. Kesempatan belajar langsung dengan standar industri seperti ini tidak akan terulang di kesempatan berikutnya, jadi ambil ilmu sebanyak-banyaknya," tambahnya Erlan Edi Maulana, alumni program EHS.
Kepala Sekolah SMKN 3 Salatiga Sriyanto mengapresiasi kehadiran praktisi industri yang memberikan warna langsung pada pembelajaran siswa.
"Melihat kakak kelasnya mendapatkan sertifikat dan alat kerja, serta mendapatkan ilmu langsung dari tim Pertamina, kami harap siswa kelas 10 dan 11 semakin termotivasi untuk serius mendalami program EHS ini," tutur Sriyanto, Kepala Sekolah SMKN 3 Salatiga.