Pengusaha Nigeria Blessing Orji Meninggal Dunia di Toko China
Pengusaha asal Nigeria, Blessing Orji, yang dikenal sebagai Bebe Jewelry, pingsan dan dilaporkan meninggal dunia di dalam sebuah toko komersial di China pada Minggu, 16 Agustus 2026. Peristiwa tragis tersebut terekam oleh kamera pengawas CCTV dan videonya kini menyebar luas di platform X, Facebook, serta Instagram.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, wanita yang populer di platform TikTok dan Facebook itu awalnya terlihat sedang duduk di dalam toko. Ia kemudian memegang dadanya yang mengindikasikan adanya gangguan jantung parah.
Meskipun Orji berupaya meminta pertolongan kepada orang-orang di sekitarnya, para pengunjung dan penjaga toko tetap beraktivitas tanpa memberikan bantuan. Tak lama kemudian, ia jatuh dari kursi ke lantai toko.
Setelah korban tergeletak di lantai, tidak ada satu pun orang yang menolong secara fisik. Hanya seorang penjaga toko yang terlihat menekan tombol telepon selulernya untuk membuat panggilan.
Hingga saat ini, lokasi pasti toko tersebut serta konfirmasi medis resmi belum didapatkan. Pihak saluran diplomatik Nigeria maupun keluarga korban juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.
Unggahan rekaman kamera pengawas itu langsung memicu reaksi emosional dari ribuan warganet Nigeria yang mengecam sikap abai para saksi di lokasi kejadian.
"Saya pikir dia merasa tidak nyaman untuk jangka waktu yang cukup lama, tetapi mungkin karena kendala bahasa dia baru bisa mendapatkan perhatian saat pingsan. Orang-orang di sekitarnya seharusnya bisa melakukan CPR dan dia mungkin punya kesempatan untuk hidup. Jangan sampai kerja keras kita merenggut nyawa kita," tulis akun @Godslove6969.
Reaksi lain juga muncul dari warganet yang menyayangkan ketiadaan aksi pertolongan dari orang-orang sekitar saat korban tergeletak di lantai.
"Merek menghiraukannya bahkan setelah dia jatuh mereka tidak bisa membantunya berdiri. Wow," tulis akun @Badmancash1.
Pertanyaan senada mengenai kepedulian warga lokal juga dilontarkan oleh pengguna media sosial lainnya.
"Apakah mereka tidak membantu orang di China?" tanya akun @Baabayah.
Kemarahan warganet kian memuncak saat melihat tidak adanya tindakan darurat yang diambil oleh para saksi mata di toko tersebut.
"Video ini sangat mengganggu. Lihat saja apa yang terjadi pada wanita ini. Dia berusaha keras meminta bantuan, memanggil wanita-wanita di sekitarnya, tetapi mereka mengabaikannya.
Bahkan setelah dia tergeletak di tanah, mereka tetap tidak melakukan apa-apa. Keluarganya harus serius mempertimbangkan untuk menuntut toko tersebut atau menuntut jawaban dari pihak berwenang. Ini benar-benar gila.
Ini di luar batas mengganggu. Tuhan, saya sangat marah saat ini," tulis akun @Mayor_of__benue.
Beberapa pengguna media sosial juga membagikan pengalaman pribadi mengenai pentingnya penguasaan teknik pertolongan pertama pada kondisi darurat.
"CPR adalah keterampilan menyelamatkan jiwa yang harus diketahui semua orang cara melakukannya. Itulah yang menyelamatkan ibu saya 2 bulan lalu. Saya harus dengan cepat mengarahkan adik perempuan saya melalui panggilan video ketika dia menelepon saya bahwa ibu kami pingsan setelah overdosis obat antihipertensi.
Mereka sudah menangis, tetapi saya menyuruhnya untuk tetap tenang dan fokus. Jika bukan karena CPR, dia akan meninggal sebelum sampai di rumah sakit. Sangat menyedihkan bahwa wanita muda ini tidak mendapatkan bantuan mendesak.
Semoga Tuhan mengampuni kekurangan-kekurangannya dan memberinya istirahat yang tenang," tulis akun @Drlab337.
Kritik terhadap fenomena ketidakpedulian sosial di masyarakat modern turut disuarakan oleh warganet dalam merespons kejadian fatal ini.
"Ketika kita memberi tahu orang-orang untuk mengurusi urusan mereka sendiri. Inilah yang terjadi ketika orang benar-benar mengurusi urusannya sendiri. Di dunia saat ini, kita tidak memperhatikan satu sama lain — kita hanya mengurusi urusan kita sendiri," tulis seorang pengguna X.