50 KK di Selayar Bertahan di Pengungsian Pasca Gempa M 7 Flores

Share

Puluhan kepala keluarga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dilaporkan masih bertahan di lokasi pengungsian wilayah perbukitan pada Minggu (17/8/2026). Langkah tersebut diambil warga akibat trauma atas guncangan gempa magnitudo 7 yang melanda wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Mereka masih trauma dengan kejadian serupa pada 2021 sehingga 50-an KK di Kecamatan Pasimarannu masih memilih tinggal di lokasi perbukitan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kepulauan Selayar Muhammad Ikbal saat dikonfirmasi, dilansir Antara, Minggu (17/8/2026).

Kepanikan warga dipicu rekam jejak bencana gempa bermagnitudo 7,4 pada 14 Desember 2021 lalu yang merusakkan banyak pemukiman di Kecamatan Pasilambena dan Pasimarannu. Ketika gempa M 7 kembali terjadi, sebanyak 278 KK Pasimarannu dan 130 KK Pasilambena sempat melarikan diri secara mandiri ke dataran tinggi.

Meskipun sebagian besar warga Pasilambena sudah kembali dan warga Pasimarannu pulang untuk beraktivitas pada siang hari, sekitar 20 persen atau 50 KK Pasimarannu tetap kembali ke pengungsian sejauh tujuh kilometer saat sore hari. Mereka biasanya bertahan selama tiga hingga empat hari karena khawatir akan munculnya gempa susulan.

Penanganan logistik pengungsi mengalami kendala geografis karena BPBD Selayar memerlukan waktu tempuh jalur laut hingga 12 jam untuk mencapai lokasi, sehingga kebutuhan pengungsi masih dipenuhi secara mandiri. Berdasarkan data BPBD, bencana ini mengakibatkan sembilan rumah rusak ringan dan empat rumah rusak sedang, serta beberapa perahu nelayan rusak tersapu air laut di Pasilambena tanpa menimbulkan korban jiwa.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author