Penggerebekan Narkoba Kampung Bahari Sempat Lumpuhkan KRL Tanjung Priok
Aparat gabungan BNN dan Kepolisian menggerebek bandar narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026) pagi, yang memicu kerumunan warga di rel hingga melumpuhkan perjalanan KRL Tanjung Priok.
Imbas penumpukan warga di jalur rel kereta dekat lokasi penindakan, sebanyak empat perjalanan Commuter Line Tanjung Priok sempat mengalami keterlambatan antara 16 hingga 30 menit, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan bahwa hambatan perjalanan KRL terjadi sejak pukul 06.20 WIB akibat kerumunan masyarakat yang menutup akses perlintasan.
"Pukul 07.01 WIB, Petugas terkait sudah mengamankan jalur rel dan aman untuk dilintasi perjalanan Commuter Line kembali," jelas Leza dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).
Operasi penindakan di lapangan menyasar gembong narkotika berinisial MR bersama sejumlah pengikutnya. Penangkapan tersangka utama dilakukan setelah petugas melakukan pemantauan intensif di area permukiman tersebut.
"MR, bos narkobanya kita tangkap saat keluar dari sarangnya, ditangkap di sekitar Kampung Bahari juga," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, saat dihubungi detikcom, Kamis (13/8/2026).
Usai membekuk MR, petugas membawa tersangka masuk kembali ke dalam permukiman untuk menunjukkkan lokasi penyimpanan barang bukti. Namun, langkah pengembangan tersebut mendapat perlawanan sengit dari massa pendukung tersangka.
Kelompok loyalis MR menyerang aparat menggunakan lemparan batu hingga letusan mercon untuk menghalangi proses hukum. Serangan balasan ini mengakibatkan seorang anggota polisi mengalami luka-luka.
"Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kita hadang dan antisipasi, kita pukul mundur mereka," tuturnya.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan memukul mundur massa menggunakan tembakan gas air mata. Seluruh tersangka yang diamankan beserta barang bukti narkotika kini disiagakan di Kantor BNN Jakarta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.