Penemuan Jasad Mutilasi di Tanah Merah Depok Bukan yang Pertama
Kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, mencatat sejarah penemuan jasad yang bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut.
Ketua RT 02 RW 17 Pancoran Mas, Waluyo, menyatakan bahwa pada era 1990-an, tepatnya sekitar tahun 1999, lokasi yang sama juga menjadi tempat ditemukannya mayat seorang tukang ojek yang diduga menjadi korban begal.
"Itu beberapa tahun yang lalu ya? Bukan sekarang. Tahun.. lama sudah.
Dulu mah tukang ojek. Saya lupa tahunnya, kalau enggak salah antara 1999, di bawah tahun 2000," ujar Waluyo saat ditemui di lokasi.
Waluyo menjelaskan bahwa pelaku dalam kasus tersebut mengambil sepeda motor korban, sementara jasadnya ditemukan di Tanah Merah.
"Bukan (mutilasi). Dia hanya motornya yang diambil," tambahnya.
Kondisi kawasan Tanah Merah pada masa itu masih dipenuhi pepohonan dan terasa lebih rimbun dibandingkan kondisi sekarang yang hanya ditumbuhi rumput liar dengan beberapa pohon di pinggir.
Waluyo mengungkapkan bahwa meskipun lokasi tersebut pernah menjadi tempat penemuan jasad, warga setempat tetap melakukan aktivitas seperti biasa, termasuk bermain layang-layang dan berolahraga pada pagi hari.
Warga juga sering membuang sampah di pinggir lahan dekat jalan raya, sehingga ketika karung berisi potongan tubuh korban mutilasi ditemukan baru-baru ini, tidak menimbulkan kecurigaan karena area itu sering ramai dikunjungi.
"Kan tiap sore ramai. Enggak ada yang curiga orang, enggak ada yang ngeh aja. Tiap sore ramai untuk main layangan, setiap jam-jam habis ashar tuh ramai," ujar Waluyo.
Kini, lokasi penemuan jasad korban mutilasi telah dipasangi garis polisi dan terlihat sepi akibat cuaca terik, meski beberapa pengendara sepeda motor yang melintas tampak menoleh ke arah lokasi tersebut.