Pria Tembak Mati Enam Orang di Pusat Kesejahteraan Jerman

Share

Aksi penembakan massal melanda sebuah pusat kesejahteraan pemuda serta fasilitas ibu dan anak di kota Stade, dekat Hamburg, Jerman, pada Senin (29/6) waktu setempat. Insiden brutal yang diduga dipicu oleh perselisihan hak asuh anak tersebut menewaskan enam orang dewasa yang seluruhnya merupakan staf lembaga itu.

Kepolisian Lueneburg mengonfirmasi bahwa korban tewas terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki, di mana lima orang meninggal di lokasi kejadian dan korban keenam mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Beberapa orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan bersenjata di fasilitas penampungan sementara bagi perempuan hamil dan ibu muda tersebut.

Terduga pelaku penembakan diidentifikasi sebagai pria warga negara Turki berusia 45 tahun yang lahir di Jerman dan menetap di Hanover. Pelaku dilaporkan mendatangi fasilitas tersebut untuk menghadiri pertemuan terkait hak asuh anak perempuannya yang baru berusia tiga bulan.

Menteri Dalam Negeri Lower Saxony, Daniela Behrens, memberikan keterangan resmi mengenai motif serangan keji tersebut kepada media.

"committed for family reasons" ujar Daniela Behrens, Menteri Dalam Negeri Lower Saxony.

Behrens menambahkan bahwa penembakan ini murni merupakan tindakan kriminal tanpa latar belakang kepentingan politik.

"an act of violence carried out in an extremely cold-blooded manner, with no political or economic motives" kata Daniela Behrens, Menteri Dalam Negeri Lower Saxony.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier turut menyampaikan kegusaran dan rasa duka mendalam atas tragedi berdarah yang terjadi di tempat perlindungan sosial tersebut.

"The horrific act of violence in Stade claimed the lives of six people today. I am deeply shaken by the extent of the violence in a place that is meant to provide protection," kata Frank-Walter Steinmeier, Presiden Jerman.

Steinmeier juga menyampaikan apresiasi tertingginya kepada para petugas medis dan personel kepolisian yang bergerak cepat di lokasi kejadian.

"My condolences go to the families of the dead and injured, who must endure so much pain. My thanks go to all first responders and doctors." tutur Frank-Walter Steinmeier, Presiden Jerman.

Otoritas keamanan setempat menjelaskan bahwa putri pelaku yang berusia tiga bulan beserta ibu bayi yang berumur 34 tahun berada di lokasi saat penembakan terjadi, namun keduanya selamat tanpa luka. Kepolisian mengonfirmasi bahwa hak asuh bayi tersebut kini telah dialihkan ke kantor kesejahteraan pemuda.

"He had an appointment at the youth welfare facility with various staff members regarding custody of his three-month-old daughter," jelas Kepolisian Stade dalam pernyataan resminya.

Polisi juga memastikan proses hukum sedang berjalan terhadap sejumlah pihak yang diduga membantu pelarian pelaku utama setelah melakukan penembakan.

"The daughter was placed in the custody of the youth welfare office. The mother is currently still subject to police measures," tambah Kepolisian Stade.

Pelaku utama ditangkap setelah sempat melarikan diri menggunakan mobil Mercedes yang dikemudikan oleh seorang perempuan lansia berusia 65 tahun. Penangkapan bersenjata dilakukan oleh polisi di sebuah jalan pedesaan setelah ban mobil pelarian tersebut pecah akibat tembakan petugas.

Seorang warga lokal yang tinggal di seberang jalan dari tempat kejadian perkara memberikan kesaksian mengenai situasi mencekam saat peristiwa itu berlangsung.

"the whole area was cordoned off right away." kata Vitali Mertens, Warga Lokal.

Seorang anggota dewan kota setempat, Carsten Brokelmann, menyatakan kelegaan karena anak-anak di penitipan anak dan sekolah dasar sekitar lokasi kejadian berada dalam kondisi aman.

"We are relieved that our staff and the children in the daycare center and elementary school are all safe and well, and I would like to thank the police officers for their service in this chaotic situation," ungkap Carsten Brokelmann, Anggota Dewan Kota.

Brokelmann menutup keterangannya dengan menyampaikan belasungkawa kepada seluruh kerabat korban.

"At the same time, our deepest sympathies go out to the victims of this terrible act and their families," pungkas Carsten Brokelmann, Anggota Dewan Kota.

Kepala Kepolisian Lueneburg, Kathrin Schuol, menyatakan bahwa pelaku tidak memiliki izin kepemilikan senjata api dan sebelumnya pernah dilaporkan terkait kasus pengancaman. Otoritas keamanan memastikan situasi di Stade kini telah sepenuhnya kondusif serta tidak ada ancaman lanjutan bagi masyarakat umum.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author