by

Penegasan Presiden Jokowi di ASEAN, Mendorong Lebih Cepat Pemutusan Pandemi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mendorong penguatan kolaborasi antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) jelang tiga dekade kemitraan kedua pihak pada 2021.

 

Menariknya, Presiden mampu membangun narasi dan merangsang bangsa-bangsa di ASEAN untuk bangkit menahan laju sebaran Virus Corona (Covid-19) dengan pola penguatan sendi ekonomi.

 

Merespon hal ini, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menegaskan perang terhadap pandemi Covid-19 masih jauh dari usai. Dampak yang ditimbulkan pandemi kini amat dirasakan oleh masyarakat dunia.

 

Oleh karena itu, untuk menanggulangi hal itu, tidak ada pilihan lain bagi negara-negara kecuali untuk bekerja keras dan bekerja sama untuk menggerakkan perekonomian tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

 

Pemaparan yang disampaikan Presiden mengidentifikasikan beberapa hal yang sangat relevan dengan kondisi saat ini dan ke depan.

 

Pertama, ini menunjukan komitmen kerja, keluar dari pandemi dan memulihkan ekonomi dengan menguatkan transformasi kerja sama ekonomi berbasis digital.

Baca Juga  Hindari Kawasan Istana Merdeka, Ada Demo Lagi

”Penegasan Presiden gamblang. Ini menunjukan posisi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-23 ASEAN-RRT menjadi jelas dalam upaya mendorong kerja dan menekankan negara-negara di kawasan untuk bangkit, keluar dari dampak pandemi dan memulihkan ekonomi,” paparnya, Kamis (12/11/2020).

Ditambahkan Azis Syamsuddin, Presiden Jokowi berpandangan bahwa transformasi ekonomi dari cara-cara konvensional menuju ekonomi berbasis digital merupakan hal krusial yang saat ini harus dilakukan.

 

Fokusnya, agar persoalan ekonomi dan kesehatan dapat berjalan secara beriringan dan kegiatan ekonomi dapat beradaptasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

 

”Sebagai catatan, Tahun 2020 merupakan tahun kerja sama ekonomi digital ASEAN-RRT. Tentu saja sebagai pemimpin global ekonomi digital dan rumah bagi sepertiga unicorn dunia (Baidu, Alibaba, dan Tencent) RRT adalah mitra strategis bagi ASEAN, Presiden telah menekankan komitmen itu,” ungkap Presiden.

Baca Juga  Bang Ipul : Lamtim Harus Jadi Lumbung Pangan Nasional

 

Di sisi lain, sambung Azis, Presiden Jokowi telah membangun optimisme. Bahwa ASEAN harus mampu melakukan transformasi ekonomi melalui kerja sama digital dengan mitranya.

 

”Presiden menunjukan komitmennya mereaktivasi kerja sama ekonomi melalui harmonisasi kebijakan, dan memastikan rantai pasok global dengan menghapus hambatan perdagangan,” jelas Azis.

 

Hal kedua yang disampaikan Presiden Jokowi adalah mengenai pemenuhan ketersediaan vaksin dan obat-obatan di Asia Tenggara karena kesehatan merupakan aspek penting untuk menggerakkan perekonomian.

 

Apalagi saat ini pemenuhan kebutuhan terhadap obat-obatan dan vaksin di Asia Tenggara menjadi salah satu faktor penting yang harus dapat dicapai agar masing-masing negara dapat kembali memulihkan perekonomiannya.

 

DPR, lanjut Azis, mengapresiasi komitmen RRT untuk berpartisipasi dalam Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX) dan menjadikan vaksin sebagai barang publik global.

 

”Penekanan lain pun sudah disampaikan Presiden terkait soal stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik yang menurut pandangannya belakangan ini diwarnai dengan ketidakpastian, termasuk menajamnya rivalitas dan ketegangan di Laut China Selatan,” jelas Azis.

Baca Juga  Ajak Kudeta Pemuncak Klasemen

Azis pun memaklumi jika Presiden Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya apabila sebaran Covid-19 terus meluas. Karena pemulihan menyeluruh di kawasan dari pandemi Covid-19 akan semakin sulit.

 

”Presiden berhasil memberikan ilustrasi itu pada negara-negara ASEAN. Tentu kita semua, tanpa terkecuali, memiliki tanggung jawab agar pemulihan ekonomi yang dilakukan Indonesia dengan program PEN dan sejumlah program lainnya dibarengi dengan komitmen dari masyarakat ASEAN,” papar Azis.

 

Pada posisi ini, DPR mendukung atas apa yang disampaikan Presiden Jokowidodo. ”DPR berharap agar kemitraan antara Indonesia dengan ASEAN maupun RRT dapat mencapai lebih banyak kemajuan bersama melalui kerja sama yang terjalin kedua belah pihak. Khususnya dalam penanganan wabah Virus Corona,” pungkas politisi Partai Golkar itu. (rls)

Baca Juga