Pendaki Sarah Geis Tewas Akibat Longsor Salju di Broad Peak
Pendaki asal San Antonio, Texas, Sarah Mallory Geis (39), dipastikan tewas akibat dihantam longsor salju saat mendaki Gunung Broad Peak di Pakistan pada Kamis. Jasad korban telah berhasil ditemukan oleh tim penyelemat pada Jumat.
Geis merupakan bagian dari rombongan ekspedisi beranggotakan 10 orang yang dipimpin oleh pendaki tersohor asal Nepal, Nirmal "Nims" Purja. Insiden ini terjadi di gunung tertinggi ke-12 di dunia yang terletak di kawasan pegunungan Karakoram.
Tim penyelamat dilaporkan telah menemukan tiga jenazah korban sejauh ini, termasuk Geis. Proses pencarian anggota tim lainnya masih terus dilanjutkan meski terkendala cuaca buruk yang menghambat penerbangan helikopter.
Sebelum memulai pendakian, Geis sempat mengabadikan alasannya memutuskan menutup studio Pilates miliknya untuk mengejar impian mendaki. Ungkapan tersebut ia bagikan melalui media sosial Instagram sebelum melangkah ke gunung setinggi 8.000 meter pertamanya.
"Mengambil langkah keberanian besar menuju ketidakpastian untuk melihat ke mana hidup membawa," tulis Geis di Instagram.
Pendakian ke Broad Peak ini menjadi upaya pertama Geis menaklukkan puncak setinggi 8.000 meter. Perusahaan pemandu lokal Pakistan, Moving Mountains, mengonfirmasi bahwa ekspedisi ini adalah pengalaman pertama korban di gunung setinggi itu.
"Saya memiliki dugaan kuat bahwa akan ada banyak helm, tali harness, dan crampon yang terlibat," tulis Geis.
Pihak berwenang menyatakan kontak antara tim ekspedisi dengan kamp utama terputus sesaat setelah longsor terjadi. Informasi tersebut disampaikan resmi oleh Alpine Club of Pakistan.
"Saya sedang menuju ke ekspedisi pendakian besar pertama saya di Pakistan," tulis Geis.
Sebelum memfokuskan diri pada dunia panjat gunung, Geis aktif sebagai mantan anggota dewan San Antonio Sports, sebuah organisasi lokal penyeleggara acara olahraga besar. Lembaga tersebut menyampaikan duka mendalam dan memuji dedikasi korban semasa hidupnya.
"Mari kita lihat apakah kita bisa membawa tubuh dan sepatu boots ini menaiki Broad Peak, gunung tertinggi ke-12 di dunia," tulis Geis.
Wakil Presiden Alpine Club of Pakistan Karrar Haidri mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa seluruh komunikasi dengan rombongan terputus sejak Kamis. Sementara itu, pihak keluarga korban kini berfokus pada proses pemulangan jenazah ke Amerika Serikat.
Ayah korban, George Geis, menyebutkan bahwa putrinya adalah sosok yang sangat positif dan cerdas. Keluarga kini bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membawa jenazah kembali ke San Antonio.
"Itu hal yang ingin dia lakukan, yaitu pergi mendaki," kata George Geis.
Proses evakuasi dan pencarian korban tersisa di Broad Peak masih terus memantau kondisi cuaca di lokasi kejadian.
"Dia adalah orang yang sangat positif, sangat cerdas, dan bisa melakukan hampir apa saja yang dia inginkan," kata George Geis.
Pihak keluarga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa putri mereka di pegunungan es tersebut.
"Yah, ini berat. Ini berat," kata George Geis.
Upaya pemulangan jenazah Geis kini menjadi prioritas utama pihak keluarga di San Antonio.
"Tujuan utama kami sekarang adalah membawanya kembali ke sini," kata George Geis.