LPDP Buka Pendaftaran Beasiswa Daerah Afirmasi Tahap II 2026

Share

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka kembali pendaftaran Beasiswa Daerah Afirmasi Tahap II tahun 2026 mulai Selasa (30/6/2026). Program ini menyasar masyarakat dari wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Pembukaan seleksi ini dilansir dari Detikcom, menyusul kesuksesan seleksi tahap pertama yang berhasil menjaring sebanyak 370 mahasiswa dari berbagai daerah afirmasi. Alokasi kuota khusus untuk kategori ini dipastikan tetap tersedia dalam jumlah besar.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal menyampaikan bahwa pihaknya memberikan porsi yang signifikan bagi kelompok masyarakat di wilayah-wilayah khusus tersebut.

"Penerima dari sisi afirmasi ini sangat besar, ini termasuk afirmasi ini daerah 3T, daerah Papua, kemudian yang difabel, semua ada di sana. Jadi kita juga memberikan prioritas kepada anak-anak terbaik bangsa yang misalnya daerah terpencil, daerah tertinggal, dan sebagainya, itu diberikan fasilitas terentu juga, dan kita berikan target tertentu," kata Yon Arsal, Direktur Utama LPDP.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung dalam sebuah konferensi pers resmi yang berlangsung di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Senin (29/6/2026).

Wilayah yang mencakup Daerah Afirmasi ini tersebar di berbagai provinsi, meliputi Kabupaten Buru, Kepulauan Tanimbar, Maluku Tengah, Kota Ambon, Kota Tual, Buru Selatan, Kepulauan Aru, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat, dan Seram Bagian Timur di Provinsi Maluku. Selanjutnya di Maluku Utara mencakup Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Pulau Morotai, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu.

Wilayah Papua juga mendominasi daftar ini, yang terbagi atas Provinsi Papua Barat (Fakfak, Kaimana, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama) dan Provinsi Papua (Biak Numfor, Jayapura, Keerom, Kepulauan Yapen, Mamberamo Raya, Sarmi, Supiori, Waropen, Kota Jayapura). Selain itu, terdapat Provinsi Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, hingga Papua Barat Daya yang mencakup kabupaten seperti Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan, Sorong, Raja Ampat, dan Kota Sorong.

Kriteria umum bagi pendaftar di antaranya adalah Warga Negara Indonesia yang telah menyelesaikan jenjang D4, S1, atau S2 dari perguruan tinggi terakreditasi, serta melampirkan surat rekomendasi akademisi atau atasan. Pendaftar juga diwajibkan menulis profil diri, personal statement, komitmen kembali ke Indonesia, rencana kontribusi, serta proposal penelitian khusus untuk program doktor.

Bagi pendaftar khusus putra-putri Papua, batas usia maksimal ditetapkan 47 tahun untuk magister dan 50 tahun untuk doktor. Kategori ini mengharuskan adanya surat pernyataan keaslian marga atau asal-usul orang tua dari kepala adat atau kepala desa setempat, tanpa adanya syarat minimal IPK maupun kemampuan bahasa.

Proses seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 3-27 Agustus 2026, diikuti oleh seleksi bakat skolastik pada akhir September hingga awal Oktober. Pengumuman hasil akhir seleksi substansi akan diterbitkan pada 30 November 2026 sebelum perkuliahan dimulai pada Januari 2027.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author