Pemprov Jateng Siapkan Sekolah Rakyat Permanen Beroperasi 31 Juli 2026

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan Sekolah Rakyat permanen di wilayahnya siap beroperasi untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran mulai 31 Juli 2026. Kepastian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Sekolah Rakyat di Semarang, Senin, 20 Juli 2026.

Rapat koordinasi dan pemenuhan guru bantu tersebut diikuti Dinas Sosial kabupaten/kota lokasi Sekolah Rakyat, Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana proyek, serta para kepala Sekolah Rakyat.

"Secara konsep, Sekolah Rakyat permanen akan mulai beroperasi pada 31 Juli. Karena itu kita koordinasi bersama untuk menyelesaikan berbagai kendala yang masih ada," kata Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama jajaran pemangku kepentingan terus mematangkan rencana operasional, termasuk mengatasi rekrutmen peserta didik jenjang Sekolah Dasar yang belum memenuhi target. Pemerintah memutuskan mengurangi jumlah rombongan belajar tingkat Sekolah Dasar menjadi satu rombel dan mengalihkan kuotanya ke jenjang SMP dan SMA.

Penyelesaian sarana asrama juga terus dikejar mengingat seluruh peserta didik Sekolah Rakyat permanen diwajibkan tinggal di asrama.

"Kami kejar bersama teman-teman dari PU agar sebelum 31 Juli nanti seluruh fasilitas siap," katanya.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta aktif berkoordinasi jika terdapat kekurangan fasilitas dasar seperti air bersih, yang sementara dapat dipenuhi melalui tangki air. Asesmen terhadap bangunan yang masih berjalan juga diminta berfokus pada kenyamanan, keamanan, dan keselamatan siswa.

"Yang paling utama adalah kenyamanan, keamanan, dan keselamatan anak-anak," katanya.

Program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sehingga kualitas fasilitas harus terjamin. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mencatat saat ini terdapat ten Sekolah Rakyat permanen dan enam Sekolah Rakyat rintisan di Jawa Tengah.

Melalui rakor, kata dia, diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan, sehingga seluruh Sekolah Rakyat dapat beroperasi secara optimal sesuai target tahun ajaran 2026/2027.

Kesiapan pelaksanaan pembelajaran juga disampaikan oleh pihak sekolah. Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta Septina Sintasari menyebutkan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 188 peserta didik untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran perdana.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author