Pemprov Jateng Raih Penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik Regional Jawa-Bali

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik Regional Jawa-Bali 2026 dari Kementerian Dalam Negeri RI di Yogyakarta Marriott Yogyakarta pada Jumat (5/6/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Provinsi Jawa Tengah meraih predikat tersebut berdampingan dengan Provinsi Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa apresiasi ini menjadi pemicu semangat bagi pemerintah provinsi hingga tingkat desa. Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari peran aktif seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya.

Luthfi menilai pengendalian inflasi sangat krusial untuk menjaga daya beli dan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor termasuk dengan BUMD, pemkab, pemkot, pemerintah desa, hingga perbankan terus diperkuat demi kelancaran distribusi komoditas utama.

"Misalnya bawang merah kita distribusikan, cabai bisa kita distribusikan, sehingga keterjangkauan ini menjadi penting, sehingga inflasi bisa kita tekan," ungkap Luthfi, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).

Luthfi menegaskan bahwa capaian ini akan dipertahankan lewat optimalisasi seluruh potensi masyarakat. Selain tingkat provinsi, sejumlah daerah di Jateng seperti Kota Semarang, Kabupaten Sukoharjo, Kota Magelang, dan Kota Surakarta juga menyabet penghargaan di berbagai kategori.

Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian memaparkan bahwa penilaian performa pemda pada gelombang pertama ini mencakup empat kategori dengan selisih nilai yang sangat ketat. Apresiasi tersebut turut disertai pemberian insentif bagi pemda yang berprestasi.

"Masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan membawa daerahnya meraih prestasi," kata Tito.

Tito menyebutkan bahwa penghargaan ini berfungsi sebagai media untuk memunculkan figur kepemimpinan daerah yang sukses melayani kebutuhan publik. Skema penilaian berbasis regional sengaja diterapkan agar menciptakan kompetisi yang setara bagi daerah dengan kapasitas fiskal kecil.

"Sebetulnya banyak sekali kepala daerah yang memiliki kinerja dan prestasi yang bagus. Ini perlu diangkat. Perlu diangkat bahwa banyak pemimpin-pemimpin yang juga bagus," kata Tito.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago menyatakan bahwa hasil penilaian menunjukkan potret kemajuan daerah yang kian merata. Djamari mengingatkan agar penghargaan ini dijadikan momentum awal bagi seluruh pemda untuk terus meningkatkan kualitas kinerjanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author