Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan Gratis Hingga Luar Negeri

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluaskan jangkauan layanan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui Program Sekolah Kemitraan hingga beasiswa luar negeri, seperti dilansir dari Detikcom pada Minggu (16/8/2026).

Kebijakan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen ini menjangkau ribuan anak yang tidak tertampung di sekolah negeri. Salah satu penerimanya adalah Rafa Fidianto, anak pengemudi ojek online di Kota Semarang yang dapat melanjutkan sekolah gratis di SMA Laboratorium UPGRIS.

"Sebelumnya saya sempat ikut mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini karena bisa mendapat banyak teman," kata Rafa dalam keterangan tertulis.

Pada tahun ajaran 2026/2027, daya tampung SMA, SMK, dan SLB Negeri di Jateng mencapai 231.724 kursi atau setara 40,83 persen dari total lulusan SMP sederajat. Untuk menampung siswa lain dari kategori Desil 1 hingga Desil 4 DTSEN, Pemprov Jateng menggandeng 139 sekolah swasta dengan alokasi bantuan Rp2 juta per murid setiap tahunnya.

Sebanyak 3.676 siswa diterima melalui Sekolah Kemitraan pada tahun ajaran ini, meningkat 1.273 siswa dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, BSM disalurkan kepada 10.000 siswa senilai Rp1 juta per anak, serta program BOSDA berbasis pendekatan siswa miskin menjangkau 50.620 siswa.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan proses penerimaan murid baru dilakukan secara terbuka tanpa praktik kecurangan maupun penitipan peserta didik.

"Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya," tegas Gubernur Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi menolak kondisi ekonomi menjadi penghambat anak-anak di Jawa Tengah untuk mengenyam pendidikan formal.

"Pendidikan ini merupakan investasi masa depan," katanya.

Sektor keolahragaan turut difasilitasi melalui SMANKO Jawa Tengah di Kawasan Olahraga Jatidiri Semarang yang menampung 252 murid pada tahun ajaran 2025/2026 dari 21 cabang olahraga. Para atlet muda mendapatkan fasilitas asrama, pembebasan biaya latihan, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Ezar, atlet taekwondo asal Cilacap yang mengenyam pendidikan di SMANKO, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap perkembangan karier atlet muda.

"Terima kasih Bapak Gubernur Jawa Tengah, dengan kesempatan yang telah diberikan kepada saya, untuk meraih prestasi," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Sadimin menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas pendidikan harus berjalan seimbang antara pemerataan akses umum dan pembinaan bakat khusus.

"Kami ingin memastikan akses pendidikan merata, sekaligus memberi ruang bagi bakat dan prestasi generasi muda Jawa Tengah untuk tumbuh," ujar Sadimin.

Selain fasilitas domestik, Pemprov Jateng menggelar Program Beasiswa Sister Province ke Korea Selatan untuk pengentasan kemiskinan berbasis kompetensi kerja. Dari 1.825 pendaftar, sebanyak 62 peserta lolos seleksi dan per 22 Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki tahap pembuatan visa.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyatakan program pengiriman pelajar tersebut berfokus pada pembangunan kualitas SDM daerah.

"Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan," kata Sumarno.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author