Pemprov Jateng Kucurkan Rp 37,1 Miliar untuk Betonisasi Jalan Jepara-Keling

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah signifikan dalam membenahi infrastruktur daerah. Jalur provinsi yang menghubungkan ruas Jepara-Keling di Kabupaten Jepara dijadwalkan menerima perbaikan intensif sepanjang 2,75 kilometer pada tahun 2026.

Proyek pengerjaan fasilitas publik ini menelan anggaran sebesar Rp 37,1 miliar. Dilansir dari Detikcom, infrastruktur jalan tersebut nantinya akan dibangun menggunakan konstruksi beton demi ketahanan jangka panjang.

Plafon anggaran untuk pengerjaan jalan ini mengalami lonjakan drastis dari rencana semula yang hanya dipatok Rp 7,9 miliar. Penambahan dana menjadi Rp 37,1 miliar ini ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah yang diterbitkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi.

Agenda pembenahan infrastruktur pada tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Pemprov Jateng tercatat telah memulai proyek betonisasi sepanjang 1 kilometer pada koridor yang sama pada tahun 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jateng, Henggar Budi Anggoro menerangkan bahwa jalur tersebut memegang peranan krusial bagi urat nadi perekonomian lokal. Selain menjadi penghubung utama antara Kabupaten Jepara dan Pati, ruas ini juga menjadi akses menuju PLTU Tanjung Jati.

Tingginya nilai strategis jalan ini membuat volume lalu lintas harian sangat padat. Berbagai kendaraan operasional masyarakat hingga armada bermuatan berat setiap hari melintasi kawasan tersebut.

"Dari anggaran murni 2026 ini Bapak Gubernur mengeluarkan Perkada dan memberikan alokasi tambahan untuk pembangunan jalan di Jepara – Keling ini. Nantinya pembangunan akan nyambung dengan jalan beton yang dibangun Pemprov Jateng tahun 2025 lalu," kata Henggar dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Henggar sewaktu melakukan peninjauan langsung ke lokasi ruas jalan Jepara-Keling pada Kamis (11/6). Berdasarkan kajian teknis, opsi betonisasi dinilai sebagai solusi paling tepat ketimbang penggunaan aspal.

Pemilihan material semen cor ini didasari oleh karakteristik lalu lintas yang didominasi angkutan bertonase besar. Sesuai lini masa kerja, realisasi konstruksi fisik ditargetkan dapat berjalan mulai akhir Juli 2026.

Pihak dinas terkait juga menyiapkan langkah antisipasi sebelum proyek betonisasi utama dimulai. Dinas PUPR Jateng bakal melakukan penambalan darurat menggunakan aspal pada titik-titik lubang demi menjamin keselamatan para pengendara.

Kebijakan penambahan anggaran ini mendapat respons positif dari jajaran pemerintah hilir. Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengapresiasi atensi besar dari pemprov yang diyakini mampu mendongkrak roda perekonomian di Bumi Ukir.

"Pak Gubernur mengalokasikan dana besar untuk jalan Jepara. Ini jalur ekonomi di Jepara, maka atas nama Pemkab Jepara kami mengucapkan terimakasih pada Pak Gubernur," ujarnya.

Langkah penambahan dana di Jepara ini merupakan bagian dari kebijakan makro daerah. Gubernur Ahmad Luthfi sebelumnya telah melakukan realokasi anggaran tahun 2026 mencapai kisaran Rp 200 miliar khusus untuk perbaikan jalan rusak.

Kebijakan pemindahan pos anggaran ini bertujuan mempercepat pemulihan kondisi jalan di wilayah Jawa Tengah. Target utamanya adalah mengembalikan tingkat kemantapan jalan provinsi yang sempat mengalami penurunan mutu akibat dampak musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author