Pemprov Jabar Sediakan Sekolah Swasta Gratis bagi 77 Ribu Siswa

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan solusi khusus bagi 77 ribu siswa yang tidak masuk kuota sekolah negeri. Para calon peserta didik tersebut bakal dialihkan ke sekolah swasta tanpa dipungut biaya pendidikan.

Langkah ini diambil berdasarkan data Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar). Pengalihan ke sekolah swasta mitra ini menjadi jaminan pemenuhan hak pendidikan di wilayah tersebut.

"Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan," ungkap Kadisdik Jabar Purwanto, dilansir dari laman Disdik Jabar pada Sabtu (13/6/2026), dikutip Minggu (14/6/2026).

Dikutip dari Detikcom, total pendaftar yang masuk dalam sistem pemetaan secara keseluruhan mencapai 444 ribu calon murid baru.

"Dari data siswa yang terpetakan melalui entry data PCMB itu ada 444 ribu siswa yang sudah terpetakan. Dari peta tersebut kami sudah bisa membaca ada potensi 70 ribu siswa yang belum bisa terakomodir di sekolah negeri," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dilansir dari detikJabar.

Fasilitas pembebasan biaya ini hanya berlaku bagi siswa yang terdaftar dalam sistem PCMB. Pemprov Jabar menanggung penuh seluruh dana pendidikan di sekolah swasta yang ditunjuk mulai tahun ajaran 2026/2027.

"Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. Dan sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siswa yang bersekolah di situ terhitung tahun ajaran 2026-2027 biayanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tutur Dedi.

Melalui program penjaminan ini, wali murid dipastikan tidak akan dibebani biaya operasional sekolah luar negeri yang telah bermitra.

"Orang tua tidak perlu mengeluarkan uang lagi," kata Dedi.

Meski demikian, tidak semua lembaga swasta masuk dalam program kemitraan ini. Sekolah berkategori unggulan atau favorit dengan biaya tinggi tetap berada di luar skema APBD.

"Itu tidak termasuk sekolah swasta favorit yang mahal. Kan ada tuh sekolah swasta yang SPP-nya jutaan rupiah. Kita nggak mungkin tanggung biayanya," terang Dedi.

Disdik Jabar menjanjikan perluasan jangkauan kerja sama ini ke depan. Fokus utama pengembangan diarahkan pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kepadatan siswa belum tertampung paling tinggi.

Guna merealisasikan hal itu, koordinasi intensif terus berjalan dengan jajaran Cabang Dinas Pendidikan Daerah. Jalur alternatif berupa SMA Terbuka juga ikut diperluas pada area yang membutuhkan akses cepat.

Di sisi lain, otoritas daerah menyampaikan klarifikasi terkait kendala teknis pada situs resmi pendaftaran yang sempat tidak dapat diakses masyarakat.

Tingginya volume pengakses secara serentak menjadi pemicu utama gangguan sistem. Proses pembaruan data pengumuman yang sedang berjalan agar tetap presisi juga ikut memengaruhi stabilitas server.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB," ujar Kadisdik dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil PCMB 2026, Sabtu (13/6/2026) malam.

Pihak dinas menjamin integritas data seluruh calon peserta didik tetap aman dan tidak mengalami kebocoran atau kerusakan akibat gangguan operasional tersebut.

"Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini," tegasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author