Pemprov Jabar Perketat Pencegahan Karhutla Usai Catat 90 Kejadian

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengintensifkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan guna mengantisipasi lonjakan risiko bencana pada musim kemarau. Langkah ini diambil usai mencatat 90 kejadian karhutla di 72 kecamatan hingga pertengahan Agustus 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (14/8/2026).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Dodit Ardian Pancapana menyampaikan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk menekan potensi karhutla sejak dini di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.

"Kami bersama berbagai pihak terus mengintensifkan patroli berkala di wilayah rawan, memantau kondisi tutupan hutan, menggalakkan sosialisasi edukatif, serta memperkuat koordinasi lintas sektor demi meminimalkan risiko karhutla," ujar Dodit Ardian Pancapana, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Selain patroli, masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, menghindari pembakaran sampah di area hutan, mematikan sisa api unggun secara sempurna, dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Langkah kewaspadaan ini vital karena cuaca kering dan penurunan kadar air vegetasi membuat lahan kian rentan terbakar akibat kelalaian manusia.

Dampak karhutla dinilai sangat luas, mulai dari merusak ekosistem hutan dan habitat satwa, memicu emisi gas rumah kaca, hingga menghasilkan asap yang membahayakan kesehatan lansia dan anak-anak.

"Menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan, penyedia air bersih, dan penyerap karbon merupakan tanggung jawab bersama," ujar Dodit Ardian Pancapana, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat.

Upaya kesiapsiagaan juga diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melalui pengawasan area rawan, penyebaran peringatan dini, dan koordinasi bersama TNI, Polri, serta relawan.

Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali menegaskan bahwa personel dan peralatan penanganan kebakaran disiagakan untuk memastikan respon cepat saat terjadi insiden di lapangan.

"Kesiapsiagaan personel dan peralatan penanganan kebakaran juga terus diperkuat agar dapat melakukan respons cepat apabila terjadi kejadian," ujar Teten Ali, Kepala Pelaksana BPBD Jabar.

Berdasarkan data BPBD Jabar per 10 Agustus 2026, Kabupaten Sumedang menjadi wilayah yang paling banyak mengalami karhutla dengan 16 kejadian. Lokasi terdampak terbanyak berikutnya berada di Kabupaten Majalengka dengan 11 kejadian serta Kabupaten Bandung dengan 8 kejadian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author