Pemprov Jabar Ambil Alih Teras Cihampelas dan Target Oktob Selesai

Share

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil alih pengelolaan Teras Cihampelas di Kota Bandung dari Pemerintah Kota Bandung, dengan target seluruh pengerjaan fisik selesai pada Oktober mendatang. Pengalihan dilakukan lewat penandatanganan NPHD dan BAST di Balai Kota Bandung pada 29 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap proses lelang terbuka dapat berjalan transparan dan tanpa penyimpangan. Ia juga menyebut pembongkaran dan penataan fisik ditargetkan rampung dalam tenggat tiga bulan, dilansir dari Detik Travel.

Urusan administrasi dan penyiapan lainnya ditargetkan selesai dalam satu bulan agar pekerjaan fisik dapat tuntas pada Oktober, kata Dedi Mulyadi dalam pernyataannya yang dilansir dari Detik Travel.

"Urusan administrasi dan segala macamnya ditargetkan selesai dalam satu bulan, sehingga Oktober seluruh pengerjaan fisik sudah rampung," ucap Dedi Mulyadi, dilansir dari Detik Travel.

Pengambilalihan pengelolaan mencakup area Jalan Cihampelas, termasuk Teras Cihampelas, sebagai bagian dari penataan agar kembali menjadi pusat industri kreatif dan fesyen sekaligus destinasi wisata. Dedi Mulyadi menyatakan langkah tersebut menunjukkan peran provinsi tidak hanya administratif, tetapi juga terlibat dalam penataan kawasan perkotaan, dilansir dari Detik Travel.

"Barangkali ini pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah provinsi membangun trotoar dan taman. Fokus penataan seperti ini diperuntukkan bagi kawasan pusat perkotaan, sementara untuk wilayah pedesaan kami fokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan," papar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga mengaitkan penataan Teras Cihampelas dengan rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara. Ia optimistis peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam, dapat terjadi seiring bandara beroperasi, dilansir dari Detik Travel.

"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya yakin akan semakin banyak turis dari Malaysia, Singapura, dan Brunei, yang kembali datang. Mereka sering kali datang hanya untuk potong rambut atau perawatan wajah, sehingga akhirnya menginap lebih lama," jelas Dedi Mulyadi, dilansir dari Detik Travel.

Menurut Dedi Mulyadi, pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, sehingga penataan kawasan publik diharapkan menarik lebih banyak kunjungan. Pernyataan itu disampaikannya dalam rangkaian penjelasan alih kelola Teras Cihampelas, dilansir dari Detik Travel.

"Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, kawasan publik harus ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," lengkap Dedi Mulyadi, dilansir dari Detik Travel.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyambut baik proses rampungnya alih kelola Teras Cihampelas. Ia menyebut penyelesaian tersebut menjadi bagian dari tiga agenda prioritas bersama Pemprov Jabar, termasuk pembangunan TPPAS Legok Nangka, dilansir dari Detik Travel.

"Alhamdulillah, hari ini terjalin sinergi yang luar biasa antara pemkot dan pemprov. Dari tiga isu utama yang sempat kami bahas bersama Pak Gubernur, semuanya sudah berjalan baik, TPPAS Legok Nangka sudah groundbreaking, dan hari ini Teras Cihampelas resmi diserahterimakan. Tiga isu paling ramai antara saya dan Pak Gubernur, beres," tutur Muhammad Farhan, dilansir dari Detik Travel.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author