Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjabodetabek Blok M Bandara Rp15 Ribu
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menetapkan tarif bus Transjabodetabek rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp 15 ribu yang mulai berlaku efektif pada 1 September 2026, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026 tentang Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta. Penetapan nominal tersebut dilakukan setelah pihak pemerintah daerah menyelesaikan masa uji coba layanan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan bahwa besaran angka tersebut murni penetapan tarif resmi pasca uji coba, bukan bentuk kenaikan harga.
"Pak Gubernur mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 685 Tahun 2026 tentang Tarif Layanan Angkutan Umum Transbandara Rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, ya, dengan tarif Rp 15 ribu," ujar Kadishub DKI Budi Awaluddin kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Jumat (13/7).
Penetapan tarif ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat pengguna moda transportasi umum menuju area bandara udara. Seorang pengguna angkutan umum bernama Rian (32) menganggap nominal Rp 15 ribu masih sangat terjangkau jika dibandingkan dengan opsi moda transportasi lainnya.
"Memang kalau dibanding sebelumnya yang Rp 3.500 kelihatannya naik jauh, tapi kita juga harus lihat itu kan tarif promo ya uji coba. Sekarang Rp 15 ribu menurut saya masih murah kalau dibanding naik taksi online atau DAMRI yang bisa sampai Rp 80 ribu," kata Rian saat ditemui di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/8/2026).
Penumpang tersebut menekankan pentingnya konsistensi kualitas fasilitas serta ketepatan waktu operasional bus armada tersebut.
"Nggak terlalu keberatan. Selama busnya nyaman, AC dingin, tempat bagasi tetap ada, dan jadwalnya pasti, kayaknya Rp 15 ribu masih sangat masuk akal. Yang penting jangan sampai tarif naik tapi pelayanan malah menurun," ujarnya.
Guna meningkatkan kepuasan pelanggan, penambahan armada juga diharapkan dapat direalisasikan terutama pada jam-jam padat penumpang.
"Mungkin bus ditambah ya. Kadang kalau jam sibuk masih harus menunggu cukup lama. Kalau headway lebih rapat, orang pasti tetap mau naik walaupun tarifnya naik," jelasnya.