Pemprov DKI Jakarta Memperluas Program Sekolah Swasta Gratis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas cakupan program sekolah swasta gratis pada tahun 2026 dengan menyiapkan 103 sekolah untuk menampung sebanyak 23.694 siswa. Langkah ini diambil guna memfasilitasi peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Alokasi anggaran sebesar Rp253.625.139.600 telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk mendanai program tersebut sepanjang tahun ini. Sebanyak 40 sekolah merupakan penerima lanjutan dengan pendanaan dari Januari hingga Desember 2026, sedangkan 63 sekolah lainnya merupakan penerima baru dengan pendanaan periode Juli hingga Desember 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan akses pendidikan yang layak.
"Jakarta secara sungguh-sungguh mulai mengalokasikan anggaran untuk sekolah swasta gratis. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dapat memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga kurang mampu," ujar Pramono, Rabu (13/5/2026).
Pemerintah daerah juga membuka peluang untuk menambah jumlah sekolah penerima pada tahun anggaran berikutnya, termasuk madrasah di bawah Kementerian Agama. Evaluasi ketat akan diberlakukan, dan sekolah yang melanggar aturan larangan pungutan biaya terancam dikeluarkan dari program.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur Muhammad Fahmi memaparkan bahwa terdapat 23 sekolah penerima program yang berlokasi di Jakarta Timur untuk menampung siswa yang gagal masuk sekolah negeri.
"Jadi kalau siswa untuk sekolah gratis, sebenarnya dia daftar seperti biasa, mengikuti tes, nanti sekolah yayasan yang menentukan apakah orang itu berhak untuk masuk atau tidak. Jadi yang jelas, prinsipnya ketika pemerintah sudah menyerahkan kepada sekolah, maka hak prerogatif sekolah yang menentukan siapa yang masuk ke sana," jelas Fahmi.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjabarkan bahwa pemilihan sekolah swasta yang masuk dalam program ini didasarkan pada sejumlah kriteria yang ketat, seperti ketiadaan sekolah negeri di kelurahan terkait.
"Diprioritaskan untuk satuan pendidikan swasta di kelurahan yang tidak memiliki sekolah yang diselenggarakan Pemprov DKI," tandas Nahdiana.
Persyaratan lain mencakup kepemilikan izin operasional, Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), status akreditasi, serta keaktifan pelaporan data pendidikan yang riil.
"Untuk jenjang SD harus tersedia kelas 1 hingga 6, SMP kelas 7 hingga 9, serta SMA/SMK kelas 10 hingga 12," ungkap Nahdiana.
Kepala SMKS Laboratorium Jakarta Momon Darmawan menyampaikan bahwa penerapan program ini telah berhasil mendongkrak antusiasme warga dan melipatgandakan jumlah siswa di sekolahnya.
"Luar biasanya program ini sangat membantu sekali. Awalnya kami memang hanya memiliki tiga rombongan belajar dari semua kelas. Dengan adanya program ini, kami mendapatkan tambahan. Jadi untuk tahun yang sekarang, jumlah yang tadinya hanya tiga rombel sekarang jadi enam rombel," ujar Momon, Selasa (2/6/2026).
Peningkatan minat masyarakat ini membuat kuota penerimaan siswa baru langsung terpenuhi dalam waktu singkat.
"Jangankan dua hari, satu hari saja jumlah 108 itu sudah terpenuhi. Jadi memang sangat luar biasa," katanya Momon.
Seluruh biaya pendidikan anak kini ditanggung sepenuhnya oleh program pemerintah, mulai dari seragam hingga kebutuhan ujian.
"Respons dari orang tua sangat luar biasa. Mereka bersyukur dengan adanya program ini, akhirnya di sekolah laboratorium memang tidak ada biaya apa pun. Semuanya full gratis dari mulai kelas 10, 11 maupun kelas 12," ungkap Momon.
Wali murid SMKS Laboratorium Jakarta Leli mengungkapkan pengalamannya yang mendapatkan kembali uang yang sempat ia bayarkan ke sekolah sebelum pengumuman program gratis tersebut.
"Setelah diinformasikan bahwa sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta gratis di Jakarta, alhamdulillah segala sesuatu yang telah kita bayarkan ke pihak sekolah semuanya dipulangkan secara 100 persen," ucap Leli.