Pemprov DKI Jakarta Membuka Kembali Car Free Day Rasuna Said
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka kembali kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu, 7 Juni 2026, setelah sempat dihentikan selama beberapa pekan untuk menjalani proses evaluasi.
Pelaksanaan kembali kegiatan bebas kendaraan tersebut disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga sekitar yang memanfaatkan momentum ini untuk berolahraga dan berekreasi, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Seorang warga Karet Kuningan bernama Hendri menyatakan kegembiraannya atas pengaktifan kembali jalur olahraga ini karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan tempat tinggalnya.
"Seneng banget, soalnya ini kan kebeneran rumah dekat sini. Alangkah baiknya setiap seminggu sekali diadain soalnya biar sekalian ada hiburan sekalian olahraga. Mantap nggak tuh," kata Hendri.
Hendri menambahkan bahwa jalur di kawasan Rasuna Said ini menjadi alternatif yang baik bagi warga agar tidak menumpuk di kawasan Sudirman, Antasari, maupun daerah lainnya.
"Jadi alternatif di Sudirman, Antasari Blok M, di sini ada, di Sunter ada. Kita nyari yang dekat dong, yang dekat mantap dah. Pokoknya harus tiap minggu diadain," ucap Hendri.
Selain sebagai sarana olahraga, keberadaan ruang bebas kendaraan ini dinilai penting untuk menyegarkan sirkulasi udara di tengah kawasan perkotaan yang padat.
"Mendukung sekali. Setiap hari dilalui asap kendaraan di sini sama hutan beton, kalau tiap minggu di sini sirkulasi udara, perputaran udara jadi bagus," ujar Hendri.
Dukungan serupa disampaikan oleh warga Karet Kuningan lainnya bernama Udin yang merasa terbantu dengan adanya opsi hiburan dan tempat olahraga di akhir pekan.
"Momen-momen kayak gini di Kuningan senang banget karena ada hiburan, olahraga juga kan susah gjtu," ucap Udin.
Warga Jakarta Selatan lainnya, Ryan, menyampaikan bahwa rute di lokasi ini memberikan variasi baru agar masyarakat tidak merasa bosan dengan rute olahraga yang itu-itu saja.
"Untuk saya bagus, karena ada opsi jogging yang biasanya di GBK mulu jadi bisa ke Rasuna Said. (Kita) Muter aja dari Kedubes Malaysia ke Setiabudi," ucap Ryan.
Meski menyambut baik, Ryan memberikan masukan kepada pemerintah terkait penyediaan fasilitas umum seperti toilet yang dinilai masih sangat minim di sepanjang rute kegiatan.
"Sebenernya toilet, nggak nemu kalau lagi kebelet gitu. Kalau ke LRT harus ngetap juga. Jadi bener harus ada fasilitas toilet lah di CFD ini," kata Ryan.