Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Musim Kemarau dan Risiko Kebakaran

Share

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran dan menjaga ketahanan pasokan air bersih di tengah kondisi cuaca ibu kota yang didominasi cerah berawan hingga berawan pada Minggu, 26 Juli 2026.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Jakarta berada pada kisaran 24 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 18 hingga 71 persen.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga agar ekstra waspada mengingat prediksi BMKG menunjukkan durasi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang serta lebih kering.

"Seperti kita ketahui bersama, kemaraunya diprediksi oleh BMKG akan panjang dan kemungkinan akan kering. Dan karena panjang dan kering kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar," kata Pramono, Selasa (21/7/2026).

Sebagai langkah pencegahan dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merencanakan penyediaan satu alat pemadam api ringan (APAR) di setiap RW, terutama untuk kawasan padat penduduk seperti Tambora dan Cakung.

Di sisi lain, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan ketersediaan pasokan air bersih warga ibu kota tetap terjamin aman selama masa kemarau.

"Untungnya kita ini punya reservoir yang cukup baik. Memang sumber air baku kita kan semua dari sungai," kata Rano, Jumat (25/7/2026).

Pemprov DKI bersama PAM Jaya terus memantau cadangan air di sejumlah reservoir untuk memastikan kebutuhan warga Jakarta terpenuhi dan siap membantu wilayah sekitar jika diperlukan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author