Pemprov DKI Alokasikan Rp 1 Triliun untuk Kawasan Peternakan di Banten
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk memanfaatkan lahan seluas 100 hektare di Ciangir, Banten, guna membangun kawasan peternakan yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan. Peninjauan lokasi dilakukan pada Jumat, 31 Juli 2026, dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni, dilansir dari Detikcom.
Lahan tersebut akan digunakan untuk peternakan sapi, ayam, ikan, serta pengembangan pertanian seperti jagung dan padi. Sebanyak 40 hektare dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup, 20 hektare oleh BUMD Dharma Jaya, dan sebagian lahan diserahkan sebagai kontribusi untuk Kementerian HAM. Investasi pembangunan kawasan ini diperkirakan mulai November dengan dana hampir Rp 1 triliun.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa lahan ini tidak akan difungsikan sebagai tempat penampungan sampah seperti Bantargebang, melainkan sepenuhnya untuk pengembangan ketahanan pangan.
"Dan sepenuhnya tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang akan menjadi tempat alternatif Bantargebang, sama sekali tidak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, ikan, ayam, maupun pertanian yang lebih luas seperti jagung, padi, dan sebagainya," ujar Pramono.
Pramono juga meminta agar pengelola BUMD Dharma Jaya memberdayakan sekitar 200 warga lokal. Kawasan peternakan ini ditargetkan mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi, yang akan menjamin kebutuhan daging di Jakarta terutama saat momen Idul Fitri dan Idul Adha.
"Tadi saya tanyakan berapa banyak sapi yang bisa ditampung di sini? Bisa sampai dengan 5.000 ekor sapi. Dengan demikian, kebutuhan daging di Jakarta akan terjamin. Hal itu terbukti ketika kita kemarin menghadapi Idul Fitri maupun Idul Adha, urusan daging sama sekali tidak ada isu di Jakarta," jelas Pramono.
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan komunikasi yang baik terjalin dengan Gubernur Pramono terkait pengelolaan lahan tersebut. Ia mengaku sering mengingatkan Pramono tentang keberadaan lahan milik DKI di Banten.
"Karena kami pernah berharap kepada Gubernur Jakarta untuk menginformasikan, khawatir beliau belum tahu bahwa Jakarta punya tanah di Banten," ujar Andra.
"Ternyata waktu itu beliau menyampaikan, 'Kami punya rencana Mas, kami akan kembangkan lahan tersebut untuk pertanian, ketahanan pangan, serta menyuplai kebutuhan warga Jakarta dan Banten terhadap protein dan sebagainya,'" tambah Andra.
Andra juga menyampaikan apresiasi atas pengelolaan lahan oleh BUMD Dharma Jaya dan berterima kasih atas kolaborasi yang terlaksana.
"Kami sangat berterima kasih karena memilih lokasi di Provinsi Banten. Kami yakin segala niat baik yang direncanakan oleh Pak Gubernur ini pasti akan bermanfaat bagi kita semua, bagi warga Banten, warga sekitar, dan tentunya bagi Indonesia," tutup Andra.