Pemprov Banten Pisahkan Waktu Pendaftaran Jalur Masuk SPMB SMA 2026
Pemerintah Provinsi Banten memisahkan waktu pendaftaran untuk setiap jalur masuk Sekolah Menengah Atas pada Sistem Penerimaan Murid Baru 2026 guna memudahkan para calon peserta didik. Kebijakan ini diterapkan untuk mengurai kerumitan proses pendaftaran, seperti dilansir dari Detikcom pada Rabu (3/6/2026).
Sistem baru ini menyediakan enam jalur masuk yang berbeda. Alur seleksi tersebut meliputi jalur domisili lingkungan sekolah, domisili wilayah, afirmasi, prestasi akademik, prestasi nonakademik, serta jalur mutasi.
Pemisahan jadwal tersebut bertujuan memberikan kejelasan bagi para orang tua murid yang ingin mendaftarkan anak-anak mereka. Jika gagal pada satu tahapan, calon siswa masih memiliki kesempatan di jalur berikutnya.
"Jadi biar jelas. Misalnya, orang tua mendaftar melalui jalur domisili lingkungan sekolah dan tidak diterima, maka bisa mendaftar ke jalur domisili wilayah. Jika tidak diterima juga, bisa mendaftar melalui jalur prestasi dan seterusnya. Jadi sangat jelas," ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Jamaluddin, Rabu (3/6/2026).
Mekanisme berkala ini dinilai memberikan rasa keadilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pendaftaran serentak. Siswa tidak langsung kehilangan kesempatan bersekolah di negeri hanya karena gagal dalam satu kali seleksi.
"Jadi ketika dia tidak diterima di jalur ini, dia bisa daftar lagi di jalur berikutnya. Ada beberapa kesempatan seperti itu. Jadi lebih terbuka. Setelah pendaftaran, ada pengumuman, lalu daftar ulang," katanya.
Ketentuan mengenai daya tampung diatur secara spesifik untuk masing-masing jalur. Kuota jalur domisili lingkungan sekolah ditetapkan sebesar 20 persen, domisili wilayah 15 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan jalur mutasi sebesar 5 persen.
Pada tahapan awal, proses pembuatan akun dan pengunggahan berkas persyaratan sudah mulai diakses oleh publik. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya keterbukaan dan meminta masyarakat tetap tenang apabila tidak lolos seleksi sekolah negeri.
"Semua jalur harus transparan. Berikutnya, Pemprov menyiapkan alternatif tujuan sekolah dengan menyediakan 801 sekolah swasta bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Sekolah tersebut terdaftar dalam program sekolah gratis. Ini tahun kedua program sekolah swasta gratis," katanya.