Pemotor Mengaku Tentara di Depok Ternyata Karyawan Swasta

Share

Seorang pengendara sepeda motor yang mengaku sebagai anggota TNI saat ditegur karena melintasi trotoar di Jalan Kartini, Kota Depok, dipastikan merupakan seorang warga sipil berprofesi karyawan swasta pada Minggu (5/7/2026), dilansir dari Detikcom.

Kepastian mengenai status pelaku diperoleh setelah pihak TNI melakukan pengecekan langsung di lokasi kejadian serta meminta klarifikasi dari yang bersangkutan.

Pihak TNI mengonfirmasi bahwa pengendara berbaju batik yang sempat viral di media sosial tersebut sama sekali tidak memiliki keterikatan dengan institusi militer.

"Kami cek di lapangan, ternyata yang bersangkutan bukan anggota TNI," ujar Kolonel Ginanjar Wahyutomo saat dihubungi wartawan, Minggu (5/7/2026).

Ginanjar menjelaskan bahwa pria tersebut sehari-hari bekerja di sektor swasta dan statusnya telah diperjelas lewat proses klarifikasi.

"Pekerjaan sebagai karyawan swasta. Yang bersangkutan sudah kami minta klarifikasi bahwa yang bersangkutan bukan anggota TNI," ungkapnya.

Peristiwa ini bermula ketika seorang pejalan kaki merekam aksi pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pemotor tersebut karena berkendara di atas trotoar secara melawan arah.

"Ini untuk pejalan kaki, bukan untuk motor. Ini kan anda turun di sini, ya jangan ditiru kalau ada yang salah," ujar perekam video.

Mendapat teguran dari pejalan kaki, pemotor tersebut berdalih bahwa dirinya merupakan seorang anggota.

"Saya ini anggota, bukan apa-apa," jawab pemotor.

Mendengar alasan tersebut, perekam video tetap menegaskan hak pejalan kaki dan mengingatkan agar oknum yang mengaku aparat tidak memberikan contoh yang buruk.

"Saya nggak peduli anggota atau bukan. Saya mau ke gereja, jangan bikin saya emosi. Seharusnya kalau bapak tentara tidak mengkuti yang tidak benar," timpal perekam video.

Situasi sempat memanas ketika pengendara motor memutuskan turun dari kendaraannya lalu mendekati posisi perekam video.

"Kenapa? Kenapa? Banyak orang begini. Rumah saya dekat sini," ujar pemotor tersebut.

Setelah identitasnya terungkap, pria bernama Syaiful Anwar tersebut akhirnya membuat video klarifikasi dengan didampingi oleh dua personel TNI.

"Saya Syaiful Anwar, pekerja marketing. Ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa," ujar Syaiful.

Syaiful kemudian menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan verbalnya yang membawa-bawa nama institusi militer.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan seluruh TNI di Indonesia karena telah mencemarkan nama baik institusi TNI," ungkapnya.

Syaiful juga menutup pernyataannya dengan menyampaikan permohonan maaf khusus kepada publik, terutama para pejalan kaki yang hak jalurnya telah ia langgar.

"Dan saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada pejalan kaki karena telah menyalahgunakan trotoar dengan melawan arah menggunakan sepeda motor," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author