Pemkot Depok Segera Perbaiki Trotoar Ambles di Jalan Raya Sawangan
Trotoar di Jalan Raya Sawangan, Depok, Jawa Barat, ambles dan Pemerintah Kota Depok akan segera memperbaikinya menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT), kata Wali Kota Supian Suri pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Supian menjelaskan bahwa perbaikan trotoar tersebut belum masuk anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) murni 2026, sehingga harus melalui mekanisme dana BTT.
"Jadi pertama saya sampaikan ini sudah dalam proses kita gunakan dana BTT (belanja tidak terduga). Mohon maaf kalau mungkin banyak informasi dianggap tidak langsung merespons karena memang mekanisme penganggaran tetap tidak harus bisa langsung merespons," ujar Supian.
Dia menambahkan, "Ini tidak masuk di dalam APBD murni 2026. Kita tidak tahu ada musibah ini, sehingga kita harus melalui mekanisme BTT, Belanja Tidak Terduga. Dan insyaallah dalam waktu dekat di awal Agustus ini sudah dilakukan perbaikan."
Ketika ditanya tentang anggaran, Supian mengaku tidak mengingat besaran dana yang dialokasikan untuk perbaikan trotoar tersebut.
"Anggarannya saya tidak hafal ya anggarannya. Tapi memang sepanjang trotoar yang roboh saja, itu saja. Saya tidak tahu anggarannya, lupa," tutupnya.
Pantauan di lokasi pada Minggu, 2 Agustus 2026, trotoar yang ambles berada di sebelah kiri jalur menuju Jalan Margonda Raya dan menyambung dengan Taman Secawan. Trotoar tersebut ambles ke sungai dan telah ditutupi terpal biru serta diberi pembatas kayu, traffic cone, dan garis kuning agar tidak digunakan pejalan kaki.
Seorang warga bernama Hendra mengaku terkejut melihat kondisi trotoar yang ambles tersebut. Dia awalnya mengira trotoar itu belum selesai dibangun.
"Ya saya kaget aja sih, kalau sampai trotoar ini ambles. Saya nyangkanya itu belum selesai. Ternyata dapet informasi dari warga sekitar ini ambles. Ini dananya lumayan loh, Rp 9,7 miliar sampai ambles kayak gitu kan berarti ada something gitu loh yang nggak bisa diungkapkan," ujar Hendra di lokasi.
Hendra berharap perbaikan dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap anggaran dan bahan konstruksi, karena trotoar yang baru berumur kurang dari satu tahun itu sangat berbahaya terutama karena lokasinya di pinggir jalan.
"Ya (perbaiki). Ya percuma sih kalau diperbaiki tanpa pengawasan. (Pengawasan) anggaran dan bahan konstruksinya. Ini belum ada setahun loh.
Ya banget (bahaya). Ini terutama karena di pinggir jalan ya, takutnya kan ambles ke bawah, nanti malah pengguna jalan yang memakan korban," ujarnya.
Berita ini dilansir dari Detikcom.