Pemkot Depok Alokasikan Rp 1 Miliar Perbaiki Trotoar Sawangan Amblas

Share

Pemerintah Kota Depok mengalokasikan dana Belanja Tidak Terduga lebih dari Rp 1 miliar untuk membenahi trotoar amblas di Jalan Raya Sawangan, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (4/8/2026). Bangunan fasilitas pejalan kaki senilai Rp 9,7 miliar tersebut amblas meski baru setahun digunakan.

Kerusakan infrastruktur jalan ini menyebabkan material turap longsor hingga menutupi aliran Kali Cabang Tengah. Area amblas memiliki panjang sekitar 60 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter, sehingga membutuhkan penanganan darurat agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.

Kepala DPUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro memberikan rincian terkait proyek infrastruktur dan rencana pembenahan tersebut.

"Trotoar ini merupakan bagian dari proyek penataan Kali Cabang Tengah yang dikerjakan pada 2023 untuk tahap pertama dan Februari 2025 untuk tahap kedua, dengan total anggaran Rp 9,7 miliar," kata Kepala DPUPR Kota Depok Yodi Joko Bintoro.

Pihak dinas saat ini sedang menuntaskan tahapan administratif sebelum memulai pengerjaan fisik di lapangan.

"Perbaikan trotoar yang longsor dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 menggunakan dana BTT lebih dari Rp 1 miliar," tambah Yodi Joko Bintoro.

Pemerintah daerah berharap proses perbaikan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

"Mudah-mudahan progresnya berjalan sesuai rencana dan perbaikan bisa segera kami lakukan. Kami mohon warga bersabar," ucap Yodi Joko Bintoro.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri memberikan penjelasan terkait proses penganggaran penanganan infrastruktur tersebut.

"Jadi pertama saya sampaikan ini sudah dalam proses kita gunakan dana BTT (belanja tidak terduga) Mohon maaf kalau mungkin banyak informasi dianggap tidak langsung merespons karena memang mekanisme penganggaran tetap tidak harus bisa langsung merespons," ujar Wali Kota Depok Supian Suri.

Penggunaan dana BTT dilakukan karena alokasi perbaikan tidak masuk dalam perencanaan anggaran murni daerah tahun ini.

"Ini tidak masuk di dalam APBD murni 2026. Kita tidak tahu ada musibah ini, sehingga kita harus melalui mekanisme BTT, Belanja Tidak Terduga. Dan Insyaallah dalam waktu dekat di awal Agustus ini sudah dilakukan perbaikan," ungkap Supian Suri.

Kondisi trotoar yang runtuh ke area sungai kini dipasangi terpal biru, pembatas kayu, traffic cone, serta garis kuning untuk mencegah pejalan kaki melintas demi keselamatan warga.

Seorang warga setempat bernama Hendra menyampaikan keterkejutannya saat mengetahui kondisi trotoar yang rusak tersebut.

"Ya saya kaget aja sih, kalau sampai trotoar ini ambles. Saya nyangkanya itu belum selesai. Ternyata dapet informasi dari warga sekitar ini ambles. Ini dananya lumayan loh, Rp 9,7 miliar sampai ambles kayak gitu kan berarti ada something gitu loh yang nggak bisa diungkapkan," ujar warga sekitar Hendra.

Masyarakat mengkhawatirkan keamanan pengguna jalan mengingat letak lokasi kerusakan berada tepat di pinggir jalur lalu lintas utama.

"Ya (perbaiki). Ya percuma sih kalau diperbaiki tanpa pengawasan. (Pengawasan) anggaran dan bahan konstruksinya. Ini belum ada setahun loh.

Ya banget (bahaya). Ini terutama karena di pinggir jalan ya, takutnya kan ambles ke bawah, nanti malah pengguna jalan yang memakan korban," ujar Hendra.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author