Pemkot Bandung Tangani Longsor yang Merusak Bangunan di Gegerkalong

Share

Bencana tanah longsor melanda kawasan RT 7 RW 1 Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat pada Senin (13/7) malam yang mengakibatkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan parah akibat struktur pondasi yang tidak memadai.

Peristiwa ini merusak fasilitas publik berupa satu masjid dan satu madrasah, serta berdampak pada kerusakan unit rumah warga. Berdasarkan laporan dari koran.pikiran-rakyat.com dan rri.co.id, terdapat tiga unit rumah yang ambruk sehingga berdampak langsung terhadap sekitar tujuh kepala keluarga di wilayah tersebut, sementara media seperti detikJabar mencatat dua rumah hancur di bagian dapur dan kamar mandi.

Material longsor menyebabkan bangunan madrasah mengalami kerusakan fatal dengan hampir seluruh strukturnya ambrol ke bawah, sedangkan dinding samping masjid jebol sehingga tidak dapat digunakan. Peninjauan ke lokasi terdampak segera dilakukan oleh otoritas setempat bersama aparat kewilayahan untuk merencanakan langkah penanganan darurat dan perbaikan infrastruktur.

"Sekarang kita coba atasi masyarakat yang di rumah itu. Kita bantu dari Dinas Sosial, terus pembangunan dari DPKP, dibantu juga dari Baznas, dan ada pihak swasta yang Alhamdulillah mau kolaborasi untuk renovasi itu," kata Erwin, Wakil Wali Kota Bandung seperti dilansir dari detikJabar.

Pemerintah daerah mengidentifikasi bahwa pemicu utama keruntuhan adalah struktur penopang bangunan yang berupa tiang coran berukuran kecil dan tidak sesuai dengan standar spesifikasi wilayah bercuram. Desain ulang untuk penguatan pondasi saat ini sedang disusun oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Ciptabintar) Kota Bandung.

"Kami coba atasi masyarakat yang di tiga rumah itu. Kami bantu dari Dinas Sosial, terus pembangunannya dari DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), dibantu juga dari Baznas, dan ada pihak swasta yang alhamdulillah mau kolaborasi untuk renovasi," ujar Erwin di Balai Kota Bandung, Jumat 17 Juli 2026 sebagaimana dikutip dari koran.pikiran-rakyat.com.

Seluruh warga yang terdampak kini telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi potensi longsor susulan karena posisi bangunan berada di bantaran bawah aliran sungai. Pemerintah Kota Bandung juga telah menyalurkan bantuan logistik dasar berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya.

"Kalau saluran airnya sih bagus, cuma saya lihat fondasinya saja enggak benar. Fondasinya itu kan di daerah yang memang curam, jadi sekarang ini lagi didesain oleh Dinas Ciptabintar supaya fondasinya kuat, supaya bagus," ucap Erwin menjelaskan kendala struktural di lapangan.

Langkah perbaikan fasilitas yang rusak dipastikan tidak menggunakan opsi relokasi karena kendala keterbatasan lahan dan status tanah yang merupakan milik masyarakat. Pembiayaan rekonstruksi ini diupayakan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) melalui DPKP serta usulan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari bank daerah.

"Namun memang karena mungkin itu punya swasta atau masyarakat, bukan pemerintah," tutur Erwin menerangkan asal pembangunan awal struktur tersebut.

Petugas berwenang saat ini telah memasang garis pengaman di sekitar area bencana guna sterilisasi lokasi dari aktivitas warga sebelum proses rekonstruksi dimulai.

"Kondisinya parah, enggak akan bisa dipakai dulu, karena berisiko longsor kembali. Jadi ini harus diperbaiki dulu. Memang masyarakat meminta kepada kami supaya secepatnya membantu, apalagi masjid di daerah situ cuma satu-satunya," kata Erwin menambahkan situasi darurat di kawasan permukiman.

Upaya percepatan pemulihan terus menjadi prioritas bersama mengingat masjid yang terdampak merupakan satu-satunya sarana ibadah warga setempat untuk pelaksanaan salat Jumat.

"Alhamdulillah, sekarang kita coba atasi masyarakat yang tiga rumah itu," kata Erwin seperti dilaporkan rri.co.id.

Pihak berwenang mengimbau warga agar tetap mematuhi pembatasan akses di sekitar zona pengamanan untuk menghindari bahaya dari ketidakstabilan tanah.

"Karena kemarin saya lihat besinya juga masih kecil-kecil, tidak sesuai spesifikasi untuk bangunannya. Tapi memang karena mungkin dibangun oleh swasta, bukan pemerintah. Alhamdulillah tidak sampai menimbulkan korban yang lebih parah," ujar Erwin mengevaluasi material bangunan yang roboh.

Proses administrasi bantuan dan perencanaan teknis dari dinas terkait terus berjalan agar pemulihan bangunan dapat segera direalisasikan.

"Memang masyarakat meminta kepada kita supaya secepatnya diperbaiki, karena itu masjid di daerah tersebut satu-satunya yang digunakan untuk salat Jumat. Kalau relokasi sepertinya tidak memungkinkan karena lahannya sempit. Jadi harus diperbaiki.

Apalagi itu lahan masyarakat, bukan lahan pemerintah. Kita hanya membantu proses penanganannya," ucap Erwin menjabarkan alasan teknis perbaikan di lokasi asli.

Pemerintah kota memastikan pengawasan ketat akan diterapkan pada struktur pondasi baru guna menjamin keamanan jangka panjang bagi seluruh penghuni.

"Kalau ini dibiarkan, longsor susulan pasti bisa terjadi. Makanya harus dipasang garis polisi supaya tidak ada orang yang masuk ke lokasi sebelum perbaikan dilakukan," kata Erwin memungkasi keterangannya terkait prosedur keselamatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author