Pemkab Tangerang Gelar Salat Istisqo demi Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin
Aparatur sipil negara Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar salat minta hujan atau istisqo demi membantu pemadaman kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, yang belum padam pada hari kesembilan, Rabu (8/7/2026), dilansir dari Detikcom.
"Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqo untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat," kata Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid seperti dilansir situs Pemkab Tangerang, Rabu (8/7/2026).
Bupati Maesyal mengapresiasi ratusan petugas gabungan dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, hingga bantuan armada dari wilayah tetangga seperti Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang, serta Provinsi Banten.
"Hari ini penanganan bencana kebakaran hari yang ke-9, semua tim baik itu dari pusat, BNPB-nya, Kementerian LH, Kementerian Kehutanan dengan Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang termasuk juga dari Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upayanya yang tak pernah berhenti menangani bencana kebakaran ini," ucap Maesyal Rasyid.
Ia menambahkan bahwa kerja sama dari seluruh elemen pemerintahan dan relawan di lapangan menjadi motivasi utama untuk menanggulangi titik-titik asap yang tersisa.
"Alhamdulillah semuanya semangat terus tadi. Baru saja sudah kita lihat masih ada titik-titik asap yang harus kita pemadamkan. Semuanya sudah saling bantu, kita bergandeng tangan bersama-sama dalam rangka upaya pemadaman api ini," ujar Maesyal Rasyid.
Proses penyiraman titik asap saat ini dikerahkan melalui jalur darat dan udara, termasuk menggunakan empat unit helikopter water bombing milik BNPB untuk area yang sulit dijangkau petugas.
Terkait penanganan dampak sosial, pemerintah daerah menyiagakan posko evakuasi dan kesehatan bagi warga terdampak di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg.
"Apabila asapnya ke wilayah permukiman, langsung kita tangani evakuasi di kantor desa baik itu di Rajeg Mulya maupun Tanjakan Mekar. Kita siapkan di sana, petugas kesehatannya stand by untuk kesehatan masyarakat dan juga kebutuhan sehari-harinya, makan minum kita siapkan, vitamin, suplemen kita juga berikan kepada masyarakat supaya masyarakat tetap sehat," jelas Maesyal Rasyid.
Upaya rekayasa hujan melalui operasi modifikasi cuaca belum dapat diwujudkan akibat kondisi pertumbuhan awan di wilayah tersebut terpantau masih sangat tipis berdasarkan koordinasi dengan BMKG.
"Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu dari BMKG. Karena di sini awannya itu sangat tipis, belum bisa diupayakan," ungkap Maesyal Rasyid.