Pemkab Tabalong Terima Aset IJD senilai Rp38 Miliar
Pemerintah Kabupaten Tabalong menerima penyerahan aset program Inpres Jalan Daerah senilai total Rp38 miliar dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan di Kompleks Pendopo Bersinar, Kabupaten Tabalong, Rabu (19/8/2026). Penyerahan dua paket infrastruktur hasil pekerjaan Tahun Anggaran 2023 tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan Yonatan Hendrik Parjoko bersama Bupati Tabalong H. Muhammad Noor Rifani.
Aset pertama yang diserahterimakan meliputi pengerjaan ruas jalan dan Jembatan Baja Tamunti–Pampanan sepanjang 6,3 kilometer dengan nilai aset mencapai Rp17 miliar. Infrastruktur ini dibangun untuk menunjang konektivitas kawasan perkebunan karet serta pertanian tanaman padi masyarakat setempat.
Sementara paket kedua berupa pembangunan ruas jalan Kembang Kuning–Nawin Hulu sepanjang 7,6 kilometer dengan nilai aset sebesar Rp21,2 miliar. Jalur transportasi tersebut ditujukan guna memperkuat aksesibilitas wilayah pertanian, tanaman pangan, peternakan, hingga perikanan.
Pemerintah pusat menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung jaringan perekonomian di tingkat daerah. "Kegiatan IJD ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung peningkatan kualitas kemantapan jalan daerah dan peningkatan infrastruktur tersebut diharapkan tentunya kita semua berharap dapat memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang jasa serta memperkuat aksebilitas menuju pusat-pusat ekonomi dan pelayanan publik, sehingga dapat memberikan kontribusi serta peningkatan aktivitas dan perkembangan ekonomi daerah," kata Yonatan Hendrik Parjoko, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalsel.
Pihak BPJN Kalsel juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memproses downgrade status jalan nasional ruas atas Tanjung serta mengawal program IJD 2025 sepanjang 8,96 kilometer. "Jalan ini dibangun dalam rangka rangka mendukung masyarakat pada sektor perkebunan karet dan tanaman padi pada tahun 2023," ujarnya.
Peningkatan kualitas jalan ini diproyeksikan memberikan dampak langsung bagi 60 persen penduduk Tabalong yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian dalam arti luas. "Peningkatan infrastruktur kita harapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat terhadap distribusi bidang usaha dan jasa, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," ucapnya. Pemerintah daerah mengapresiasi dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat karena sejalan dengan program prioritas peningkatan kemantapan jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Tabalong.
"Kegiatan IJD sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendukung peningkatan kuantitas jalan di daerah," tambahnya.
Aksesibilitas yang semakin membaik diharapkan mampu memangkas waktu tempuh mobilitas warga sekaligus menunjang efisiensi sektor pelayanan publik lainnya. "Selain dua paket ini, kami juga sedang memproses dua aset lainnya, yakni downgrade jalan nasional ruas atas Tanjung yang masih menunggu persetujuan Presiden dan paket IJD 2025 sepanjang 8,96 kilometer yang masih dalam proses," ujarnya. Langkah sinergi ini menjadi pondasi penting bagi Pemkab Tabalong yang diproyeksikan sebagai salah satu daerah penyangga dan gerbang ekonomi kawasan Ibu Kota Nusantara.
"Kami pun sebenarnya salah satu program prioritas kami Tabalong Smart itu adalah bagaimana jalan dan jembatan kabupaten itu mantap Pak, jadi ini sejalan mungkin dengan visi dari Kementerian PU juga terkait dengan pemantapan jalan, nah kami terus berupaya meningkatkan bagaimana jalan-jalan dan jembatan di Kabupaten Tabalong ini juga kemantapannya semakin meningkat, karena kita berkeyakinan dengan jalan dan jembatan yang mantap ini nanti aktivitas kemudian hubungan konektivitas antara desa, kecamatan, kabupaten ini akan lancar sehingga nantinya pusat-pusat ekonomi akan berkembang, nah jadi itu yang kita maksudkan," ujar M. Noor Rifani, Bupati Tabalong.
Pihak pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjaga serta memelihara seluruh infrastruktur yang telah diserahterimakan agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. "Dengan akses yang telah dibangun BPJN ini tentunya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, pastinya mengurangi jarak tempuh," katanya.
Peningkatan kualitas fisik jalan tersebut kini telah dirasakan langsung oleh masyarakat dalam mempermudah akses ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perdagangan. "Dengan adanya perubahan jalan yang telah dibangun ini masyarakat kita tentunya merasakan sekali dampak positifnya," pungkasnya.
Pemerintah daerah optimis kelancaran arus distribusi hasil bumi akan mendongkrak pendapatan warga dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi wilayah. "Keberadaan jalan IJD tentu akan membawa dampak positif bagi masyarakat Tabalong yang sekitar 60 persen, berprofesi sebagai petani dalam arti luas," ujarnya. Konektivitas jalan daerah yang mantap diakui menjadi kunci penting dalam memperluas jangkauan pemasaran produk pertanian daerah ke luar wilayah.
"Bukan hanya di bidang pertanian, keberadaan jalan IJD juga akan berpengaruh besar terhadap kelancaran di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat," katanya.
Integrasi pembangunan transportasi antardesa dan kecamatan kini terus diperkuat untuk menyambut peran strategis daerah pada masa mendatang. "Karena itu, perlu kolaborasi yang lebih baik dengan Balai Jalan untuk pelaksanaan IJD, baik jalan daerah, jalan nasional maupun jembatan yang akan dikembangkan," ujar H. Fani. Pengembangan jaringan jalan nasional dan daerah di Kabupaten Tabalong dipastikan terus berlanjut melalui kolaborasi dengan kementerian terkait.
"Dengan adanya perubahan jalan yang telah dibangun ini masyarakat kita tentunya merasakan sekali dampak positifnya" pungkasnya.