Pemkab Nagan Raya Percepat Pemulihan Sawah Terdampak Bencana
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh mengoptimalkan percepatan penggunaan dana tambahan Transfer ke Daerah untuk memulihkan puluhan ribu hektare lahan pertanian rusak pascabencana, Sabtu (15/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah percepatan pemanfaatan dana TKD tersebut diselaraskan dengan anggaran Kementerian Pertanian. Penanganan mendesak direalisasikan mengingat Nagan Raya telah memasuki musim tanam, salah satunya di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus menyampaikan realisasi anggaran bantuan sektor pertanian Provinsi Aceh baru mencapai Rp253,5 miliar atau 49,2 persen dari total pagu Rp515,2 miliar.
"Realisasi kegiatan kita baru sekitar 49 persen. Kami mengharapkan kabupaten dan kota segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan keterlambatan proses administrasi karena anggaran ini sudah berada di kabupaten," kata Firdaus.
Guna mempercepat proses di lapangan, tahapan awal difokuskan pada pemutakhiran data kerusakan, penetapan lokasi prioritas, penyelesaian administrasi, serta penyusunan rencana kerja penanganan irigasi hingga penyediaan sarana produksi.
"Kita harus memikirkan bagaimana pemulihan lahan sawah dan pertanian ini dapat dilakukan sesegera mungkin sehingga tidak mengganggu produksi pertanian maupun ketahanan pangan Nagan Raya ke depan," ujar Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, total sawah terdampak bencana mencapai 57.171 hektare. Satgas PRR mendorong pembentukan posko kabupaten sebagai pusat pengelolaan data dan aspirasi masyarakat.