Pemkab Kuansing Terbitkan SE Festival Pacu Jalur dan Polisi Pasang Spanduk Buaya
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menerbitkan Surat Edaran peringatan HUT ke-81 RI sekaligus penyemarakkan Festival Pacu Jalur Event Nasional 2026, di tengah langkah siaga Polsek Kuantan Hilir yang memasang spanduk peringatan bahaya buaya di arena Tepian Lubuak Sobea pada Rabu, 29 Juli 2026. Langkah pengamanan dan imbauan publik ini dilakukan demi menyukseskan perhelatan seni budaya tahunan yang dipusatkan di Tepian Narosa pada 19 hingga 23 Agustus 2026, sekaligus menjaga keselamatan warga dari ancaman predator ganas di sekitar aliran sungai. Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin, menginstruksikan seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah, swasta, hingga satuan pendidikan untuk mengibarkan Bendera Merah Putih serta mengoperasikan dekorasi bertema kemerdekaan sepanjang 1 hingga 31 Agustus 2026.
"Surat edaran itu menjadi pedoman bagi seluruh instansi pemerintah, swasta dan elemen masyarakat," ujar Plt Bupati Kuantan Singingi, Mukhlisin.
Instruksi tersebut juga mencakup penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan seperti gotong royong kebersihan di tingkat dinas hingga desa, dengan penggunaan identitas visual mengacu pada pedoman resmi Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Saya menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah dan camat agar meneruskan isi surat edaran tersebut secara berjenjang," sebut Mukhlisin.
Di lokasi terpisah, ancaman serangan reptil di bantaran Sungai Tepian Lubuak Sobea, Kelurahan Pasar Usang Basrah, direspon cepat oleh jajaran kepolisian melalui pemasangan spanduk peringatan berukuran besar pada titik-titik krusial, termasuk area pancang start pacuan. "Pemasangan spanduk imbauan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga agar senantiasa ekstra waspada saat berada di dekat aliran air," ujar Kapolsek Kuantan Hilir, Iptu Edi Winoto.
Area yang dipasangi spanduk berteks tegas mengenai habitat satwa dilindungi tersebut merupakan pusat aktivitas harian masyarakat lokal untuk mandi, mencuci, dan mencari ikan, yang diprediksi kian padat menjelang ajang Pacu Jalur. "Pemasangan spanduk ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak pernah lengah. Keberadaan buaya di area ini sangat nyata, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan setiap kali warga beraktivitas di sekitar sungai," ujar Iptu Edi. Pengawasan area sungai terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar jelang pembukaan festival.
"Harapan kami, warga tidak mengabaikan imbauan ini demi keselamatan bersama, sehingga kita bisa mencegah potensi bahaya serangan buaya sedini mungkin," pungkasnya.