Pemkab Bogor Perbaiki Trotoar Rusak di Sentul Akibat Pemotor

Share

Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan akan melakukan perbaikan terhadap trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, yang mengalami kerusakan parah akibat kerap dilintasi pengendara sepeda motor, Kamis (13/8/2026), dilansir dari Detikcom.

Kerusakan fasilitas publik pejalan kaki tersebut sangat disesalkan oleh pihak pemerintah daerah karena dinilai merugikan masyarakat umum yang memanfaatkan area tersebut untuk beraktivitas maupun beristirahat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menegaskan komitmen perbaikan sekaligus menyoroti perilaku para pemotor yang tetap membandel meski area tersebut difungsikan khusus bagi pejalan kaki.

"Sangat menyesalkan, kan itu fasilitas umum jadi rusak. Terus masyarakat yang menikmati, ada yang suka nongkrong di situ. Kan ada memang ada kursi-kursi untuk orang duduk ya," kata Kadis PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra.

Langkah penanganan kerusakan trotoar tersebut akan segera direalisasikan oleh dinas terkait guna mengembalikan fungsi fasilitas pejalan kaki di kawasan tersebut.

"Akan kita perbaiki sih. Makanya kita juga bingung. Setahu saya sih sekarang itu dari pihak kepolisian pun sudah mengamankan juga sih. Tapi pun masih tetap aja ada yang bandel ya melalui jalur itu," jelas Suryanto Putra.

Dinas PUPR Kabupaten Bogor juga akan melakukan koordinasi lintas instansi guna mencegah terulangnya pelanggaran lalu lintas di atas trotoar serta menindak tegas para pengendara yang melanggar aturan.

"Ya (trorotar) itu memang buat orang, nggak boleh untuk kendaraan kan. Jadi kalau ada kendaraan baik melawan arah maupun satu arah itu melanggar sih," sebut Suryanto Putra.

Penegasan mengenai fungsi trotoar kembali disampaikan guna mengingatkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan yang melintas di area khusus pejalan kaki tersebut.

"Tapi kan itu membahayakan orang lain yang lagi jalan, ya apa gitu kan. Karena itu kan orang lewat ya," tambah Suryanto Putra.

Aksi penerobosan jalan oleh para pemotor tersebut juga dikeluhkan oleh warga setempat yang menyaksikan langsung kondisi di lapangan sehari-hari.

"Ada SMP belakang perumahan sini. Iya, nanti kalau muter mah jauh. Lewat sini (trotoar) saja terus," kata Amir, warga setempat yang kerap berjualan batu akik di lokasi.

Menurut keterangan warga, penjagaan oleh pihak kepolisian sempat membuat para pengendara motor tertib dan enggan melintasi area trotoar.

"Kalau ada polisi mah nggak boleh, dijaga di sini juga. Kalau umpama polisi ada di situ mah sampai sini aja (tidak sampai trotoar) semua motor mah," ungkap Amir.

Selain para pengantar siswa sekolah, berbagai pengguna kendaraan roda dua lainnya diketahui kerap memanfaatkan jalur pedestrian tersebut sebagai jalan pintas.

"Iya, anak sekolah semua (yang lewat). Ya kadang-kadang ada juga tukang jualan gitu lewat sana, tukang tempe apa tukang apa gitu ya," imbuhnya.

Warga sangat menyayangkan kerusakan fasilitas publik tersebut, mengingat trotoar di Jalan Alternatif Sentul itu belum lama selesai direnovasi.

"Memang baru-baru ini aja (rusaknya). Baru dibangun aja udah pada itu rusak soalnya kan motor masuk ke situ semua. Jadi kalau ada polisi doang nggak bisa," kata Amir.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author