Pemkab Bogor Pasang Tralis Besi di Gorong-gorong Cibinong

Share

Pemerintah Kabupaten Bogor memasang penutup tralis besi pada lubang gorong-gorong di Jalan Raya Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah seorang anak laki-laki berusia 8 tahun terperosok ke dalamnya pada Minggu (14/6/2026) malam.

Langkah cepat tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Wilayah I Cibinong tepat di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan (IJJ) Wilayah I Cibinong bergerak cepat melakukan penanganan pasca insiden seorang anak terjatuh ke gorong-gorong (Saluran air) atau U-Ditch saat kegiatan pawai obor, Minggu malam," tulis keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Bogor, Rabu (17/6/2026).

Pemasangan pagar besi ini diprioritaskan untuk mengamankan fasilitas publik dari potensi bahaya serupa, terutama ketika volume aktivitas warga di area tersebut sedang meningkat.

"Pemasangan pagar ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat, seperti pada kegiatan malam hari atau event keagamaan," ungkapnya.

Insiden bermula ketika korban yang duduk di kelas 2 SD tersebut sedang mengikuti iring-iringan pawai obor dalam rangka memperingati tahun baru Islam bersama orang tuanya, hingga akhirnya video peristiwa itu viral di media sosial.

"Jadi ceritanya kan memang lagi pawai obor, si ibu itu perwakilan dari Pakansari bawa dua anak, satu laki-laki dan satu perempuan. Pas melewati depan Jalan Tegar Beriman itu, anak laki-lakinya itu kejeblos ke gorong-gorong," kata Camat Cibinong Acep Sajidin, Selasa (16/6).

Acep Sajidin menjelaskan bahwa korban saat itu didampingi oleh ibunya bersama satu orang saudara perempuannya yang masih balita.

"Yang jeblos ke gorong-gorong usianya 8 tahun, kelas 2 SD. Yang anak perempuannya masih kecil, masih TK sekitar 4 tahunan," imbuhnya.

Evakuasi sempat berjalan dramatis lantaran ukuran lubang gorong-gorong yang sempit menghalangi warga sekitar untuk langsung masuk menjangkau posisi korban.

"Kan jeblos ke gorong-gorong, teriak si anak, pada teriaklah semua, langsung ditolong sama staf kelurahan, karena kan semua ikut pawai obor ya. Nah dia kan mau masuk gorong-gorong, ternyata nggak muat, sempit," kata Acep.

Meskipun arus air di dalam saluran pembuangan tersebut sedang deras pascahujan deras, bocah tersebut berhasil diselamatkan setelah berpegangan pada besi di dalam saluran.

"Kondisi gorong-gorong memang lagi deres, ada aliran airnya, kan habis hujan gede itu kejadiannya. Tapi nggak sampai hanyut ya, dia kan pegangan besi di dalam (gorong-gorong), terus diselamatin sama staf kelurahan itu," tambahnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author