Pemilik Restoran di China Beri Pekerjaan Kepada Penganggur
Seorang pemilik restoran bermarga Tan di China memberikan penawaran pekerjaan kepada seorang pembeli bermarga Wan yang sedang menganggur setelah membaca pesan menyentuh pada aplikasi pemesanan makanan.
Kisah kemanusiaan ini menjadi viral di media sosial setelah dilansir dari Detik Food melalui laporan South China Morning Post pada Jumat, 26 Juni 2026.
Peristiwa ini bermula saat Wan mengalami kesulitan keuangan dan hanya mampu makan sekali sehari, sehingga ia memesan seporsi nasi goreng seharga 12,8 yuan atau sekitar 34 ribu rupiah dan meminta tambahan nasi melalui catatan pesanan.
Ketika makanan tiba, Wan menerima porsi yang jauh lebih banyak beserta sebuah tulisan tangan di atas tutup kotak makan miliknya.
"Datanglah dan jadilah murid di restoran saya." bunyi tulisan tangan Tan di tutup kotak makanan tersebut.
Setelah unggahan mengenai kebaikan tersebut ditonton puluhan juta kali di media sosial pada pertengahan Juni, Wan menyatakan rasa terima kasihnya atas kepedulian yang ia terima.
"Saya awalnya hanya ingin meminta tambahan nasi agar bisa kenyang. Namun lihat tulisan di tutup kotaknya, pemilik restoran ingin saya memiliki kehidupan yang lebih baik," tulis Wan.
Wan mengaku sangat terkejut karena mendapatkan bantuan besar dari orang asing yang sama sekali tidak ia kenal sebelumnya.
"Saya benar-benar tersentuh oleh respons pemilik restoran. Saya tidak pernah menyangka akan menerima kehangatan seperti ini dari orang yang tidak saya kenal," kata Wan.
Saat ini, Wan dilaporkan telah menjalin komunikasi dengan Tan dan bersiap untuk mulai bekerja sekaligus mendokumentasikan pengalaman belajar kuliner tersebut ke akun media sosial miliknya.
Di sisi lain, pemilik restoran bermarga Tan mengungkapkan bahwa keputusannya didasari oleh rasa empati karena ia pernah mengalami masa sulit serupa sewaktu muda.
"Hidup memang tidak mudah bagi siapa pun. Saat muda dulu, saya juga pernah menerima bantuan dari orang-orang baik," ujar Tan.
Tan juga menegaskan bahwa dirinya tidak mencari popularitas dan meminta masyarakat untuk berhenti mengirimkan pesan di platform pemesanan agar ia bisa fokus mengelola restorannya.
"Saya hanya melakukan sedikit kebaikan. Saya berharap masyarakat tidak terus mengirim pesan kepada saya melalui platform pemesanan makanan karena saya tidak memiliki waktu untuk membalas semuanya," kata Tan.