Pemerintah Minta Doa Bencana NTT Saat Peringatan HUT Ke 81 RI
Pemerintah Republik Indonesia memperingati HUT ke-81 RI pada Senin (17/8/2026) di tengah duka akibat bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur. Penanganan dampak bencana diprioritaskan bersamaan dengan pelaksanaan prosesi upacara kemerdekaan.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto memimpin upacara bendera di Gedung Merah Putih, Jakarta, yang dimulai tepat pukul 07.00 WIB. Pelataran dan area jalan di depan gedung digunakan sebagai lapangan upacara.
Saat membuka pidato dari atas mimbar, Setyo mengajak seluruh insan KPK untuk mendoakan para korban gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur.
"Saya minta izin kita semuanya mendoakan saudara kita yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur. Untuk itu saya minta komandan upacara menyiapkan pasukannya," kata Setyo Budiyanto, Ketua KPK.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (16/8/2026), korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 53 orang. Rinciannya meliputi 25 jiwa di Kabupaten Manggarai, 20 jiwa di Manggarai Timur, 4 jiwa di Sikka, 2 jiwa di Ende, serta masing-masing 1 jiwa di Manggarai Barat dan Nagekeo. Sebanyak 135 orang luka-luka masih dirawat di fasilitas kesehatan, sementara korban hilang dicatat nihil.
Untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal, sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih diterjunkan langsung ke lokasi terdampak di Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono memimpin upacara di Sulawesi Tenggara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa penanganan korban bencana tetap menjadi fokus utama pemerintah di tengah suasana perayaan kemerdekaan.
"Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan, dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur," kata Prasetyo Hadi, Mensesneg.
Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh warga yang terdampak bencana mendapatkan bantuan dengan baik.
"Di tengah-tengah kita merayakan kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan sebaik-baiknya," kata Prasetyo Hadi, Mensesneg.
Di Istana Merdeka Jakarta, pemerintah menyediakan 8.100 kursi dan menambah dua blok masing-masing 1.700 kursi untuk upacara pagi serta sore hari guna mengakomodasi antusiasme warga. Tenda dan layar lebar di Jalan Medan Merdeka Utara turut disiapkan bagi masyarakat yang tidak mendapatkan tiket resmi.
Prasetyo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum berhasil memperoleh akses masuk ke dalam Istana.
"Di sana ada tenda, ada layar lebar untuk bisa mengikuti semua prosesi yang ada di dalam halaman Istana," kata Prasetyo Hadi, Mensesneg.
Ia mengapresiasi tingginya antusiasme publik dalam merayakan Hari Kemerdekaan secara langsung.
"Mari semua kita bekerja keras memberikan pengabdian yang terbaik untuk menjadikan Indonesia berdaulat, Indonesia yang benar-benar adil, Indonesia yang makmur untuk semuanya," kata Prasetyo Hadi, Mensesneg.
Di sisi lain, refleksi kemerdekaan ekonomi turut disampaikan oleh Guru Besar Ekonomi Universitas Jambi. Pencapaian pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2026 sebesar 5,29 persen year-on-year, status upper-middle-income, serta penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,68 persen pada Februari 2026 dan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,07 persen (22,93 juta jiwa) pada Maret 2026 dinilai memerlukan peningkatan produktivitas serta penguasaan teknologi nasional menuju Indonesia Maju 2045.