Pemerintah Integrasikan Pramuka ke Struktur Pendidikan Nasional
Pemerintah menetapkan kegiatan Pramuka bukan lagi sekadar ekstrakurikuler, melainkan diintegrasikan ke dalam struktur inti pendidikan nasional dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Penetapan ini disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus pembukaan Jambore Nasional 2026 di Lapangan Utama Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (14/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa kebijakan baru tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang memberikan perhatian khusus terhadap gerakan kepanduan.
"Tadi disampaikan di pidato Bapak Presiden, tidak lagi Pramuka ini menjadi ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi bagian daripada struktur pendidikan, baik di tingkat Pendidikan Dasar, Menengah, maupun Tinggi," ujar Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga.
Erick menambahkan bahwa langkah integrasi ini bertujuan mengembalikan peran utama gerakan tersebut dalam membina karakter kepemudaan secara komprehensif.
"Pramuka dikembalikan kepada khittahnya yaitu sebagai alat pembangunan karakter bangsa dan harus benar-benar masuk ke program inti ya, jadi bukan program sampingan. Nah, ini yang kita coba perbaiki sama-sama," lanjut Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga.
Kementerian Pemuda dan Olahraga akan berkoordinasi secara kontinu bersama Kwartir Nasional demi memastikan keselarasan program di lapangan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Ini bukan eranya lagi kita bekerja sendiri-sendiri. Kita harus bersatu agar bonus demografi Indonesia menuju ke arah yang baik. Pramuka adalah bagian terpenting dalam membangun karakter kepemudaan menuju 100 tahun Sumpah Pemuda dan Indonesia Emas 2045," tegas Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga.
Pada kesempatan yang sama, pihak Kwartir Nasional mendorong penyesuaian kurikulum pembelajaran Pramuka agar selaras dengan tantangan zaman modern.
"Kami memandang swasembada pangan bukan semata persoalan produksi, tapi di dalamnya ada pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan. Melalui Jamnas ini, kita menanamkan budaya produktif seperti integrated farming, peternakan, hingga perikanan sejak usia muda," jelas Budi Waseso, Ketua Kwartir Nasional Komjen Pol (Purn).
Selain transformasi di bidang ketahanan pangan, penguasaan ilmu pengetahuan serta adaptasi teknologi digital juga menjadi fokus pembinaan anggota kepanduan saat ini.
"Generasi muda hari ini menghadapi tantangan berat, mulai dari perubahan iklim, judi online, hingga ancaman narkoba. Pramuka hadir sebagai 'Kawah Candradimuka' untuk memastikan teknologi digital yang dikuasai pemuda tetap memiliki arah dan karakter yang kuat berdasarkan Tri Satya dan Dasa Darma," tambah Budi Waseso, Ketua Kwartir Nasional Komjen Pol (Purn).