Pemerintah Gelontorkan Rp144 Miliar Percepat Rehabilitasi Solok

Share

Pemerintah menyalurkan dana Transfer ke Daerah sebesar Rp144 miliar untuk mempercepat rehabilitasi Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pascabencana. Capaian sektor kesehatan tercatat paling tinggi hingga 91 persen dari alokasi Rp6 miliar, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Sektor pemulihan ekonomi menyerap 57 persen dari total dana Rp45 miliar. Namun, realisasi anggaran pendidikan baru mencapai 6 hingga 7 persen, sementara sektor infrastruktur baru terserap 6,7 persen dari total pagu lebih dari Rp88 miliar.

Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Wahyu Bintono Hari Bawono, menjelaskan bahwa kendala utama penyerapan anggaran infrastruktur dan pendidikan dipicu oleh proses penyesuaian harga satuan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang belum selesai.

"Penyesuaian harga satuan dan RAB harus segera dituntaskan. Sisa waktu tahun anggaran perlu dimanfaatkan secara disiplin karena anggaran infrastruktur ini berkaitan langsung dengan pemulihan konektivitas dan pelayanan masyarakat. Kami mendorong proyek segera masuk tahap pengadaan agar manfaatnya cepat dirasakan warga," kata Wahyu Bintono Hari Bawono, Kepala Posko Nasional Satgas PRR.

Satgas PRR juga mendorong Pemerintah Kabupaten Solok menuntaskan pengajuan 199 unit hunian baru ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Langkah tersebut guna memenuhi kebutuhan relokasi 259 keluarga terdampak, sekaligus mempercepat legalitas penggunaan 50 unit Rusun Nelayan di Nagari Muaro Pingai.

Upaya penanganan sedimentasi Sungai Sawah di Nagari Junjung Sirih turut dikoordinasikan bersama Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyediaan alat berat. Pemerintah daerah diwajibkan melanjutkan pembersihan sungai, normalisasi darurat, dan penyediaan jembatan transisi guna mencegah luapan air ke lahan pertanian.

Sementara di Kota Solok, bencana banjir bandang dan longsor telah merusak 14 kilometer jalan, 11 titik irigasi, 292 fasilitas UMKM, serta empat sistem air minum. Proyek pengendalian banjir Batang Gawan dan Batang Lembang bernilai Rp170 miliar kini memasuki tahap tender.

Penyelamatan 115 hektare sawah di Kota Solok disikapi dengan menyiapkan skema pompanisasi darurat akibat kerusakan tanggul dan timbunan sedimen. Penyiapan bibit cadangan serta pengadaan pompa air berskala besar akan dikonsolidasikan bersama Kementerian Pertanian demi mengantisipasi risiko gagal panen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author