Pemerintah Belum Rencanakan Pangkas Anggaran Pertahanan Indonesia
Pos anggaran pertahanan Indonesia dipastikan belum mengalami pemangkasan di tengah kebijakan penghematan anggaran pemerintah. Kebijakan ini ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Purbaya menjelaskan bahwa alokasi dana untuk pos pertahanan saat ini terhitung besar. Kendati demikian, opsi pemotongan anggaran baru akan dipertimbangkan jika kondisi defisit keuangan negara sudah berada dalam tingkat terganggu.
"Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau emang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya nggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," beber Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan guna merespons arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran negara. Sebelumnya, opsi pengurangan anggaran belanja pada sektor pertahanan sempat diwacanakan oleh Presiden Prabowo Subianto demi mengalokasikan dana bagi penanganan masalah kemiskinan di tanah air.
"Saudara-saudara sekalian, kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Prabowo Prabowo dalam pidatonya dalam acara Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6/2026) yang lalu.