Pemerintah Batasi Penjualan Pertalite untuk Desil 9-10

Share

Pemerintah berencana membatasi penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite untuk masyarakat kelompok desil 9 dan 10 agar subsidi lebih tepat sasaran, dilansir dari Kompas.tv pada 13 Agustus 2026.

Kelompok desil 9 dan 10 merupakan 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem ini mengelompokkan masyarakat berdasarkan indikator sosial ekonomi, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, dan kepemilikan aset.

Desil adalah pengelompokan kesejahteraan keluarga yang disusun dari data sosial ekonomi. Desil 1 mewakili 10 persen keluarga termiskin, sementara desil 10 adalah 10 persen keluarga terkaya.

Pemerintah tidak hanya memakai penghasilan untuk menentukan kelompok ini, melainkan juga memperhitungkan kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, dan karakteristik rumah tangga, ujar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Penilaian ini mempertimbangkan jenis dan jumlah aset keluarga, kondisi bangunan rumah, ketersediaan fasilitas dasar, serta jumlah anggota keluarga. Data ini membantu pemerintah menempatkan keluarga dalam desil yang sesuai.

"Penentuan kelompok kesejahteraan tidak hanya berdasarkan penghasilan, tetapi juga indikator sosial ekonomi lain seperti aset dan kondisi rumah," ujar perwakilan Kemenko PM.

Status desil bersifat dinamis dan dapat berubah seiring pembaruan data sosial ekonomi keluarga, sehingga masyarakat disarankan memeriksa status mereka secara berkala melalui layanan DTSEN.

Data desil ini menjadi acuan pemerintah dalam menargetkan berbagai program bantuan sosial agar tepat sasaran, termasuk pembatasan pembelian Pertalite bagi desil 9 dan 10.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author