Pemerintah Daerah Fasilitasi Nobar Piala Dunia 2026 demi UMKM
Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kota Makassar memfasilitasi kegiatan nonton bareng babak perempat final Piala Dunia 2026 pada akhir pekan ini untuk mendorong pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di ruang publik masing-masing daerah. Dilansir dari ANTARA dan IDN Times, langkah kedua pemerintah kota tersebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi lokal. Pemkot Jambi bekerja sama dengan TVRI Jambi menggelar acara di kawasan Tugu Keris Siginjai pada 11 hingga 12 Juli 2026 secara gratis.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menginstruksikan 15 camat di wilayahnya untuk menyiapkan lokasi serupa. Di Makassar, kegiatan ini dijadwalkan setiap Sabtu dan Minggu agar pelayanan pemerintahan di kantor kecamatan tetap berjalan optimal.
Menurut Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi Saleh Ridha, pihaknya menyediakan lapak khusus bagi pelaku kuliner dan produk lokal. Nobar ini menyiarkan laga Spanyol melawan Belgia, Norwegia menghadapi Inggris, serta Argentina melawan Swiss, yang dilengkapi hiburan musik dan pembagian hadiah.
Pihak Pemkot Jambi juga telah memastikan kesiapan keamanan dan pengaturan lalu lintas. Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut hingga babak semifinal pada 15 sampai 16 Juli 2026 serta babak final di lokasi yang sama. "Kami juga telah berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk menjamin keamanan, ketertiban, serta kelancaran kegiatan," kata Saleh Ridha, Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi.
Selain menyiarkan pertandingan, Pemkot Jambi berharap momentum ini bisa mempererat kebersamaan warga. Masyarakat yang hadir diimbau untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan di area Tugu Keris Siginjai. "Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya pecinta dan penikmat sepak bola untuk hadir bersama-sama menyemarakkan Pesta Pola 2026," kata Ridho, Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi.
Di Makassar, pelaksanaan nonton bareng ini melibatkan dinas yang membidangi UMKM, koperasi, perdagangan, dan penataan pedagang kaki lima. Langkah ini disesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri mengenai pelibatan UMKM dalam kegiatan publik. "Saya minta seluruh camat di 15 kecamatan menyiapkan lokasi nobar di wilayahnya masing-masing.
Kegiatan ini menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM," kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar. Camat setempat diminta mengundang para PKL agar bisa memanfaatkan keramaian penonton untuk meningkatkan omzet penjualan mereka. Untuk laga final, Pemkot Makassar merencanakan acara berskala besar di Lapangan Karebosi.
"Selama ini, ada beberapa titik di Makassar. Tapi, tentu kita Pemkot Makassar siap menindaklanjuti instruksi tersebut lebih bagus," kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.
Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar ditunjuk untuk mengoordinasikan persiapan teknis di Lapangan Karebosi. Pemkot Makassar berharap fasilitas ini mampu menghidupkan kembali aktivitas ekonomi lokal secara merata di seluruh kecamatan. "We ingin para pedagang ikut merasakan manfaat dari ramainya masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.
Ini adalah bentuk pemberdayaan sekaligus dukungan kepada PKL agar usahanya semakin berkembang," kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar. Melalui koordinasi antar-perangkat daerah, Lapangan Karebosi diproyeksikan dapat menampung ribuan penonton saat pertandingan puncak nanti. Acara ini ditargetkan menjadi stimulus positif bagi peningkatan pendapatan pedagang kecil.
"Melalui kegiatan nobar final ini, kita berharap tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan omzet UMKM dan PKL. Serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di setiap kecamatan," kata Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar.