Massa FJI Bubarkan Ibadah GMS Bantul Hingga Jemaat Trauma

Share

Aksi pembubaran ibadah Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul oleh puluhan massa laskar Front Jihad Islam (FJI) pada Minggu (24/5) pukul 07.59 WIB memicu trauma mendalam bagi para jemaat, seperti dilansir dari Detikcom.

Insiden yang terjadi di Kabupaten Bantul tersebut diiringi tindakan intimidasi serta ancaman fisik maupun verbal yang memaksa kegiatan keagamaan itu berhenti di tengah jalan akibat keributan.

Pihak pengurus pusat menyayangkan terjadinya pembatasan kegiatan keagamaan tersebut karena dinilai telah mencederai nilai-nilai toleransi antarumat beragama di Indonesia.

"Kami sangat menyesalkan terjadinya insiden pembubaran ibadah yang diikuti dugaan tindakan intimidasi dan ancaman baik secara fisik dan verbal dari sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap saudara-saudara GMS Bantul," kata Humas GMS Pusat, Josiah Michael.

Dampak dari ketegangan di lokasi kejadian langsung dirasakan oleh seluruh jemaat yang hadir saat peristiwa berlangsung.

"Kejadian ini menyisakan luka dan trauma pada jemaat terutama jemaat yang masih anak-anak," ujar Josiah Michael.

Ia juga menegaskan bahwa kebebasan beragama merupakan hak konstitusional yang dilindungi hukum negara.

"Pembatasan ibadah dengan intimidasi yang berujung pada kekerasan adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai toleransi dan keharmonisan bangsa," ujar Josiah Michael.

Langkah antisipasi sebenarnya telah diupayakan oleh jajaran pemerintah daerah sebelum pergerakan massa tersebut terjadi di lokasi.

"Kebangpol tidak hanya pada posisi menunggu laporan, tapi dari informasi kemarin ketika berkembang akan ada penolakan terkait kegiatan GMS, kami sudah mengkoordinasikannya," kata Plt Kepala Kesbangpol Bantul, Yulius Suharta.

Kendati koordinasi pencegahan sudah dilakukan oleh pihak Kesbangpol Bantul, aksi penolakan oleh massa tersebut tetap tidak dapat dihindari.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author